Sinergi TNI AD dan Warga Sumenep, Jembatan Bejik Tuntas Dikerjakan Dalam 14 Hari

oleh -34 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Rasa waswas yang selama ini menghantui warga Dusun Bejik, Desa Tambak Sari, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kini tak ada lagi. Jembatan bambu yang kerap licin dan membahayakan keselamatan warga terutama saat musim hujan telah berganti menjadi jembatan baru yang kokoh, aman, dan nyaman dilalui.

Jembatan vital ini menghubungkan Desa Tambak Sari (Kecamatan Rubaru) dengan Desa Beringin (Kecamatan Dasuk). Pembangunannya diselesaikan dalam waktu kurang lebih 14 hari melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura.

Infrastruktur tersebut memegang peranan strategis bagi kehidupan warga setempat. Selain mempermudah mobilitas antardesa, jembatan ini menjadi jalur harian petani menuju lahan garapan serta mengangkut hasil panen. Anak-anak sekolah pun kini memiliki akses melintas yang lebih aman.

Perangkat Desa Tambak Sari, Fandi Susanto, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan bambu yang lama sebelumnya menjadi kendala utama roda ekonomi warga.

“Dulu kalau hujan sangat sulit dilewati. Banyak warga dan petani yang terpeleset saat melintas membawa hasil panen mengendarai sepeda motor,” ujar Fandi, Jumat (4/9/2026).

Fandi mengapresiasi langsung perubahan nyata yang dirasakan masyarakat atas berdirinya infrastruktur anyar tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang jembatannya sudah sangat nyaman dilalui dan akses petani jadi jauh lebih mudah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan TNI AD yang telah membangun jembatan di desa kami,” tambahnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru, Sertu Subaidi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini bermula dari aspirasi masyarakat yang mendambakan akses transportasi yang layak demi menunjang sektor pertanian dan pendidikan.

“Mayoritas masyarakat Tambak Sari menggantungkan hidup dari pertanian. Karena itu, ketersediaan jembatan yang layak sangat mendesak untuk memperlancar angkutan hasil bumi,” terang Sertu Subaidi.

Sertu Subaidi juga menyoroti tingginya semangat gotong royong warga melalui skema padat karya selama proses pengerjaan berlangsung.

“Respons masyarakat sangat luar biasa. Warga aktif bergotong royong membantu pengerjaan sejak awal hingga tuntas. Sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” tutupnya.

Kini, Jembatan Bejik bukan lagi ancaman yang mencemaskan saat hujan turun, melainkan urat nadi baru yang siap menopang mobilitas, mempercepat laju perekonomian petani, serta mempererat konektivitas antarwilayah di Sumenep. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.