Sinergi SKK Migas-KEI dan Masyarakat Sumenep, Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana di Pulau Pagerungan Besar.

oleh -43 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260930-WA0006

SUMENEP, Garudasatunews.id — Tinggal di wilayah kepulauan dengan akses dan jarak yang terbatas menuju pusat layanan publik menuntut kemandirian masyarakat dalam merespons kondisi darurat. Menyadari krusialnya penanganan awal, Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali memperkuat kapasitas anggotanya melalui pelatihan mitigasi kebakaran dan pertolongan pertama pada Selasa (29/9/2026).

​Pelatihan yang digelar atas kolaborasi SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar ini berfokus pada kesiapsiagaan teknis dan mental. Para peserta dibekali materi simulasi langsung oleh Tim Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sumenep serta tim tenaga kesehatan dari KEI.

​Ketua Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar, Ahmad Sunaini, menjelaskan bahwa ini merupakan program pelatihan kedua sejak gugus tersebut dibentuk pada tahun 2025.
​”Ini merupakan pelatihan yang kedua. Kami ingin pengurus memiliki kemampuan dan kesiapan ketika menghadapi kejadian kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya, sehingga tidak panik dan bisa mengambil tindakan awal dengan tepat,” ujar Ahmad.

​Ahmad menegaskan, kesiapsiagaan ini amat vital mengingat geografis Pagerungan Besar sebagai daerah kepulauan.
“Kami bersama pengurus sangat optimis untuk siaga di Pulau Pagerungan Besar untuk melakukan pencegahan kebakaran ataupun bencana ringan lainnya,” tambahnya.

​Dukungan serupa disampaikan oleh Camat Sapeken, Hamka. Ia menilai pembentukan gugus tanggap bencana tingkat desa sebagai terobosan nyata dalam membangun ketangguhan warga lokal. Hamka mengapresiasi kontribusi sinergis dari SKK Migas-KEI dan para relawan, seraya mendorong desa-desa lain di wilayah Kecamatan Sapeken untuk mengadopsi langkah serupa.
​”Keberadaan Gugus Tanggap Bencana di tingkat desa ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada SKK Migas-KEI dan relawan yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Hamka.

​Lebih lanjut, Hamka menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan fasilitas pendukung. “Gugus antisipasi kebencanaan seperti ini harus selalu siaga. Untuk itu saya berharap kepada pemerintah desa untuk ikut berpartisipasi mendukung keberlangsungan gugus ini,” tegasnya, sembari berharap adanya peningkatan sarana dan prasarana operasional.

​Dari pihak industri, Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah kelanjutan dari hubungan panjang yang terjalin antara KEI dan masyarakat Pagerungan Besar. Bagi KEI, tolok ukur keberhasilan pelatihan terletak pada penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

​”Bagi kami, yang terpenting bukan hanya pelatihan hari ini, tetapi bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat,” papar Kampoi.
Ia berharap gugus ini dapat tumbuh makin solid, mandiri, dan menjadi pelopor keselamatan lingkungan.

​Manfaat praktis dari pelatihan berbasis simulasi ini dirasakan langsung oleh para peserta. Mita, salah seorang peserta pelatihan, mengaku simulasi praktis membuat materi kegawatdaruratan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
​”Kami bersyukur bisa belajar langsung tentang pertolongan pertama pada korban dalam kondisi kegawatdaruratan, dan pada saat menghadapi kebakaran. Kami juga bisa mengikuti simulasi bersama narasumber dari Damkar,” tutur Mita. Ia berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan sewaktu-waktu di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat luas.

​Melalui penguatan kapasitas berkala ini, Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi, melainkan benteng utama masyarakat dalam memberikan respons cepat dan tepat saat bencana atau situasi darurat melanda. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.