Sinergi PG Semboro Didorong Kejar Target Swasembada Gula

oleh -18 Dilihat
oleh
Sinergi PG Semboro Didorong Kejar Target Swasembada Gula
Agenda ini dihadiri oleh Direktur Utama PT SGN Mahmudi, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Upaya mempercepat target swasembada gula nasional kembali menjadi sorotan melalui kegiatan Panen Tebu Bersama yang digelar PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kebun Pabrik Gula (PG) Semboro, Kabupaten Jember. Agenda tersebut memperlihatkan kolaborasi antara perusahaan, petani, dan unsur pemerintah dalam memperkuat produksi gula sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Kehadiran pimpinan TNI AU dinilai menunjukkan bahwa sektor pangan, khususnya komoditas gula, menjadi salah satu perhatian dalam mendukung ketahanan nasional melalui penguatan produksi dalam negeri.

Dalam keterangannya, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan TNI siap mendukung upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional sehingga memerlukan sinergi berbagai pihak.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengatakan pencapaian target swasembada gula tidak dapat mengandalkan peningkatan kapasitas pabrik semata. Ia menilai keberhasilan industri gula sangat bergantung pada keterpaduan sektor hulu dan hilir, mulai dari produktivitas lahan petani hingga efisiensi proses pengolahan di pabrik.

Menurut Mahmudi, penguatan ekosistem industri gula menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing nasional. Ia menyebut keberhasilan industri gula merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan melalui visi dan kolaborasi yang sama antara perusahaan dan petani.

Sebagai bagian dari strategi operasional, PG Semboro saat ini memiliki kapasitas giling sekitar 6.500 hingga 7.000 Ton Cane per Day (TCD). Kapasitas tersebut menjadi salah satu penopang produksi gula di Jawa Timur dalam mendukung kebutuhan nasional.

Di tingkat budidaya, PT SGN menargetkan produktivitas lahan mencapai 80 ton tebu per hektare melalui program bongkar ratoon serta penggunaan bibit unggul. Sementara itu, rendemen ditargetkan berada pada kisaran 7,5 persen hingga 8,2 persen guna meningkatkan efisiensi proses ekstraksi gula di pabrik.

Target-target tersebut diarahkan untuk mendukung sasaran swasembada gula konsumsi nasional sebesar 2,3 juta ton. Namun, keberhasilan pencapaian target tersebut juga dinilai bergantung pada keberlanjutan kemitraan antara industri dan petani.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil, menekankan pentingnya kepastian usaha bagi petani sebagai faktor utama peningkatan produksi. Menurutnya, kepastian harga, pendampingan teknologi, serta sinergi yang berkelanjutan menjadi prasyarat agar produktivitas petani dapat terus meningkat.

Ia menilai hubungan yang saling menguatkan antara petani dan pabrik gula akan berdampak langsung terhadap penguatan industri gula nasional serta mendukung tercapainya target swasembada gula yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui kegiatan panen bersama tersebut, PT SGN menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi budidaya tebu dan memperkuat kemitraan dengan petani sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pasokan gula nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.