Sidak Pasar Ngawi: Harga Stabil, Pengawasan Diperketat

oleh -22 Dilihat
oleh
Sidak Pasar Ngawi Harga Stabil, Pengawasan Diperketat
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Ngawi memastikan harga dan stok bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Besar Ngawi dalam kondisi stabil dan mencukupi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (4/4/2026).
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Ngawi memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Besar Ngawi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (4/4/2026). Namun, pengawasan ketat tetap digencarkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan praktik penimbunan.

Inspeksi mendadak di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Ngawi ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, sebagai langkah kontrol distribusi dan harga setelah momen Lebaran yang rawan gejolak pasar.

Dari hasil sidak, stok bapokting dinyatakan aman dengan harga relatif terkendali. Beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 per kilogram, daging ayam ras Rp42.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram. Sementara komoditas hortikultura juga terpantau stabil, meski cabai rawit merah masih relatif tinggi di angka Rp65.000 per kilogram.

Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui AKP Aris Gunadi menegaskan tidak ditemukan lonjakan harga signifikan maupun indikasi kelangkaan selama pemantauan berlangsung.

“Stok bahan pokok penting di wilayah Kabupaten Ngawi dalam kondisi aman dan mencukupi. Harga cabai bahkan cenderung menurun dibandingkan saat menjelang Lebaran,” ujarnya.

Meski demikian, fluktuasi harga cabai masih menjadi catatan penting. Faktor produksi petani dan tingginya permintaan pasar disebut sebagai pemicu ketidakstabilan harga komoditas tersebut.

Satgas Pangan bersama instansi terkait memastikan akan terus melakukan monitoring intensif terhadap distribusi dan harga guna mencegah praktik penimbunan serta permainan harga yang merugikan masyarakat.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi tanpa gangguan pasca Lebaran. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.