SGN Target Akuisisi 7 Pabrik Gula RNI

oleh -32 Dilihat
oleh
SGN Kejar Produksi Gula Tembus 1 Juta Ton
Program penanaman tebu serentak yang digelar Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Kediri resmi dimulai sebagai langkah mendukung swasembada gula nasional
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – PT Sinergi Gula Nasional (SGN) mematangkan langkah ekspansi besar dengan menargetkan akuisisi tujuh pabrik gula milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) rampung pada akhir Maret atau awal April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi industri gula milik negara untuk memperkuat penguasaan produksi nasional.

Corporate Secretary SGN, Yunianta, menyatakan proses akuisisi saat ini masih berjalan dan memasuki tahap finalisasi dokumen sebelum penandatanganan resmi dilakukan.

“Insya Allah prosesnya mudah-mudahan akhir bulan ini atau awal April sudah bisa selesai (signing). Objeknya mencakup pabrik di bawah Rajawali I, Rajawali II, maupun Candi Baru,” ujar Yunianta.

Aksi korporasi tersebut mencakup tujuh unit pabrik gula strategis yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa. Integrasi pabrik-pabrik tersebut diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional sekaligus standarisasi kualitas produksi di bawah manajemen terpadu SGN.

Secara rinci, pabrik yang akan diakuisisi berasal dari unit usaha PT Rajawali I di Jawa Timur, PT Rajawali II di Jawa Barat, serta pabrik gula Candi Baru yang berada di Sidoarjo. Meski kesepakatan pemegang saham telah tercapai, sejumlah dokumen administratif masih harus dilengkapi sebelum pengalihan aset dilakukan secara penuh.

Langkah ini dinilai bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menata ulang industri gula nasional agar lebih terintegrasi dan mampu mengejar target swasembada pangan.

Dengan bergabungnya tujuh pabrik tersebut, SGN diproyeksikan memiliki kendali yang lebih luas terhadap rantai pasok gula nasional, mulai dari koordinasi produksi tebu petani hingga distribusi hasil olahan.

Selain memperkuat operasional, konsolidasi ini juga diharapkan mampu menyelaraskan kebijakan harga antara petani dan industri, sehingga sektor gula nasional lebih stabil menghadapi tekanan pasar global.

“Intinya, kerja sama dan aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka penguatan industri gula kita agar lebih kompetitif dan tidak melemah oleh sentimen global,” kata Yunianta.

Masuknya tujuh pabrik baru juga diharapkan dapat menutup berbagai tantangan operasional yang selama ini dihadapi SGN, termasuk fluktuasi harga komoditas tetes serta kenaikan biaya logistik akibat dinamika harga energi.

SGN optimistis manajemen terpadu dari hasil konsolidasi tersebut akan meningkatkan kapasitas giling nasional secara signifikan, sekaligus memberikan kepastian serapan tebu bagi petani di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Konsolidasi ini diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi penguatan ketahanan pangan nasional di sektor gula. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.