Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Diklaim Berhasil

oleh -28 Dilihat
oleh
Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Diklaim Berhasil
Wamensos Agus Jabo dalam program CNN Indonesia bertema “1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa” di Studio 2 CNN Indonesia TV, pada Kamis (25/6/2026).Foto: Biro Humas
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Pemerintah mengklaim pelaksanaan program Sekolah Rakyat selama satu tahun terakhir menunjukkan hasil positif dalam upaya menangani persoalan anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah yang berasal dari keluarga miskin serta miskin ekstrem.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyatakan, meskipun pelaksanaan program prioritas Presiden tersebut menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal, evaluasi pelaksanaan selama satu tahun menunjukkan capaian yang dinilai cukup berhasil.

“Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil. Terbukti misalnya, anak-anak ataupun siswa yang tadinya kurang percaya diri menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus, menjadi gemuk,” ujar Agus Jabo dalam program talkshow CNN Indonesia bertema “1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa” di Studio 2 CNN Indonesia TV, Kamis (25/6/2026).

Dalam forum tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak, terutama bagi kelompok masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.

“Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep Sekolah Rakyat seperti itu,” katanya.

Menurut Agus Jabo, program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi keluarga peserta didik sebagai bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kita memberdayakan orangtua siswa ini supaya bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hidupnya juga sejahtera,” ujarnya.

Dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat. Ia menilai program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan.

“Pasti dukung 100 persen. Karena ini cara Bapak Presiden untuk mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi bisa diwujudkan,” kata Furtasan.

Furtasan juga menekankan pentingnya integrasi program Sekolah Rakyat ke dalam sistem pendidikan nasional agar pelaksanaannya memiliki keberlanjutan dan kepastian kebijakan.

Sementara itu, Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem menilai konsep Sekolah Rakyat memiliki relevansi dengan kondisi sosial-ekonomi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang sering kali belum mampu menyediakan lingkungan belajar yang memadai bagi anak.

“Jadi idenya memang sangat bagus. Karena pendidikan itu kan dimulai dari rumah sebetulnya ya, bukan dari sekolah. Tapi masalah masyarakat miskin dan miskin ekstrim, rumahnya ini kan tidak kondusif untuk pendidikan,” ujar Ina.

Ia menambahkan, model pendidikan berasrama yang diterapkan dalam Sekolah Rakyat berpotensi memberikan pendampingan dan pembinaan yang lebih terstruktur bagi peserta didik.

Di akhir diskusi, Agus Jabo kembali menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui sektor pendidikan.

“Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Jadi Sekolah Rakyat inilah jawaban dari negara untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.