Seruyan Belajar Digitalisasi ke Banyuwangi

oleh -72 Dilihat
Seruyan Belajar Digitalisasi ke Banyuwangi
Kunjungan Pemkab Seruyan Kalteng ke Banyuwangi
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama jajaran pejabatnya mengunjungi Kabupaten Banyuwangi pada 10–11 Februari 2026 untuk mempelajari inovasi pelayanan publik, terutama digitalisasi yang dinilai lebih maju dan terintegrasi.

Kunjungan tersebut diikuti Wakil Ketua DPRD serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Seruyan. Rombongan berdiskusi langsung dengan sejumlah OPD Banyuwangi guna mendalami sistem pelayanan publik dan strategi inovasi lintas sektor.

“Kami lihat Banyuwangi sudah lebih advance. Kami datang memboyong jajaran untuk belajar banyak hal dari sini, utamanya terkait digitalisasi pelayanan publik,” ujar Ahmad saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ahmad menjelaskan, Kabupaten Seruyan yang merupakan hasil pemekaran dari Kotawaringin Timur pada 2002 terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing daerah. Digitalisasi layanan publik menjadi salah satu fokus utama, selain pengembangan potensi pariwisata dan promosi daerah.

“Di usia Seruyan yang masih sangat muda, kami terus menggali potensi unggulan yang bisa dioptimalkan lebih lanjut. Selain digitalisasi layanan, kami juga ingin belajar bagaimana Banyuwangi mengembangkan pariwisata serta mempromosikan daya saing daerahnya,” katanya.

Banyuwangi sendiri mencatat berbagai capaian nasional. Daerah tersebut meraih predikat kabupaten terinovatif dalam Innovative Government Award selama delapan tahun berturut-turut (2018–2025). Pada 2025, Banyuwangi juga mencatat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi di Indonesia.

Tak hanya itu, Banyuwangi menjadi kabupaten pertama yang meraih nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) AA pada 2024 serta memiliki Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik di wilayah Jawa-Bali selama empat tahun berturut-turut.

“Semua ilmu dari Banyuwangi akan kami adopsi dan terapkan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan perekonomian Kabupaten Seruyan,” tegas Ahmad.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menekankan setiap daerah memiliki potensi dan tantangan berbeda sehingga inovasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Silakan menerapkan apa yang kira-kira cocok. Semoga setelah kembali, banyak hal yang bisa dilakukan untuk percepatan pembangunan Seruyan,” ujar Ipuk.

Ipuk menambahkan, seluruh program di Banyuwangi dijalankan bertahap dan berbasis skala prioritas guna menjaga efektivitas anggaran, terutama di tengah kebijakan efisiensi.

“Kami tidak melaksanakan banyak program bersamaan. Semua dilakukan secara bertahap dengan semangat kebersamaan banyak pihak,” tandasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.