Sepekan Terbakar, Api Gunung Butak Dekati Permukiman

oleh -33 Dilihat
oleh
Sepekan Terbakar, Api Gunung Butak Dekati Permukiman
Sepekan Gunung Butak di Ngawi Terbakar, Dekati Permukiman Warga
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum sepenuhnya padam setelah berlangsung sekitar sepekan. Kobaran api bahkan mulai mendekati permukiman warga sehingga penanganan dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan.

Kebakaran terjadi di kawasan hutan pinus yang berada di wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu. Sejumlah petak hutan, termasuk Petak 2A1, 2A2 dan 2B, terdampak kobaran api. Luas kawasan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 60 hektare hingga Minggu (4/10/2026).

Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan karena api bergerak mendekati permukiman. Warga bersama petugas berupaya menghalau kobaran dengan peralatan yang tersedia, sementara pemerintah daerah mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu pengendalian api.

Camat Sine Agus Dwi Narimo mengatakan kebakaran yang berlangsung berhari-hari membuat warga mulai panik karena kobaran api semakin dekat dengan kawasan tempat tinggal.

Selain ancaman api, akses jalan penghubung Desa Sine menuju Desa Sumbersari juga ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena sejumlah pohon pinus yang terbakar berada dalam kondisi rawan tumbang dan dapat membahayakan warga maupun petugas yang melintas.

Sejumlah pohon yang dinilai membahayakan bahkan dipotong untuk mengurangi risiko tumbang. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menghadapi persoalan kobaran api, tetapi juga ancaman keselamatan akibat vegetasi hutan yang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran juga menghadapi medan yang sulit dan angin kencang. Karakteristik hutan pinus membuat api sulit dikendalikan secara cepat sehingga pemadaman dilakukan secara bertahap dari titik-titik yang dinilai memungkinkan untuk dijangkau petugas.

Sebelumnya, kebakaran di kawasan Gunung Butak juga dilaporkan mulai terjadi pada Minggu (27/9/2026) malam. Saat itu, luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 40 hektare dan api telah bergerak dari wilayah Desa Kuniran menuju Desa Sumbersari. Petugas gabungan kemudian membuat ilaran atau sekat bakar sebagai salah satu upaya mencegah kobaran meluas.

Hingga perkembangan terakhir, petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap titik api. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati kawasan kebakaran, khususnya jalur yang masih terdapat pohon pinus rawan tumbang. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.