Semburan Lumpur Dupak Rukun Dipicu Kebocoran Pipa

oleh -37 Dilihat
oleh
Semburan Lumpur Dupak Rukun Dipicu Kebocoran Pipa
Semburan lumpur dilaporkan muncul di Jalan Dupak Rukun, Surabaya, Selasa (13/10/2026), dan menarik perhatian warganet. Command Center 112 Surabaya menerima laporan pada pukul 10.44 WIB dan mengirim petugas untuk melakukan pengecekan.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Semburan air bercampur lumpur muncul di Jalan Dupak Rukun, Surabaya, Selasa (13/10/2026), dan sempat menghebohkan warga setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Semburan terlihat cukup kuat hingga mencapai ketinggian sekitar dua sampai tiga meter. Material berwarna gelap yang ikut keluar bersama air membuat fenomena tersebut secara visual tampak seperti semburan lumpur dari dalam tanah.

Laporan mengenai kejadian itu diterima Command Center 112 Surabaya sekitar pukul 10.44 WIB. Petugas kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen guna memastikan sumber serta kondisi semburan.

Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan semburan lumpur akibat aktivitas geologi. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyebut semburan terjadi akibat kebocoran pipa air berukuran besar di sekitar area proyek pembangunan tempat penampungan air.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan pipa yang mengalami kebocoran diperkirakan berdiameter sekitar satu meter. Tekanan air dari pipa yang bocor kemudian mendorong material tanah dan lumpur di sekitar lokasi galian sehingga menyembur ke permukaan.

Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena bentuk semburan yang menyerupai fenomena semburan lumpur. Namun, berdasarkan asesmen petugas, karakter kejadian lebih berkaitan dengan kerusakan jaringan pipa di lokasi proyek.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah identitas pemilik pipa yang mengalami kebocoran. Informasi dari Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya menyebut jaringan tersebut bukan milik perusahaan air minum daerah. Pipa tersebut disebut merupakan jaringan air milik PT Petrokimia Gresik. Penanganan dan perbaikan selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak terkait.

Di sisi lain, lokasi kejadian diketahui berada di sekitar pekerjaan pembangunan tempat penampungan air atau storage. Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan persoalan genangan dan banjir di wilayah Surabaya.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik semburan selama proses pemeriksaan dan penanganan berlangsung. Imbauan tersebut penting untuk menghindari risiko keselamatan akibat tekanan air, kondisi tanah, maupun aktivitas pekerjaan di sekitar area galian.

Kejadian ini sekaligus menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum masyarakat menyimpulkan penyebab sebuah fenomena berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial. Pemeriksaan teknis di lapangan menjadi dasar untuk memastikan fakta dan mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu kepanikan.

Hingga proses penanganan dilakukan, perhatian selanjutnya tertuju pada perbaikan pipa serta penelusuran teknis mengenai penyebab kebocoran. Kepastian mengenai jaringan yang mengalami kerusakan juga menjadi bagian penting agar penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.