Sekolah Rakyat Bidik Anak Miskin Ekstrem

oleh -38 Dilihat
oleh
Sekolah-Rakyat-Bidik-Anak-Miskin-Ekstrem
Sekolah-Rakyat-Bidik-Anak-Miskin-Ekstrem
banner 468x60

LOMBOK BARAT, Garudasatunews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Program Sekolah Rakyat difokuskan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026), bersama calon siswa dan orang tua.

Menurut Gus Ipul, program tersebut tidak membuka pendaftaran secara umum. Pemerintah menetapkan calon peserta didik berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan sasaran keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah.

“Negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan,” kata Gus Ipul.

Dalam kegiatan tersebut, calon siswa dipertemukan dengan peserta didik Sekolah Rakyat yang telah menjalani pendidikan selama satu tahun sejak program rintisan dimulai pada Juli 2025. Pemerintah mengklaim terdapat perubahan pada perkembangan karakter dan kepercayaan diri para siswa setelah mengikuti pendidikan berasrama tersebut.

Gus Ipul menyebut sejumlah siswa mulai menunjukkan peningkatan rasa percaya diri serta kembali memiliki cita-cita yang sebelumnya terhambat akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Novatul Alratia (14), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Menurut Gus Ipul, Novatul yang sebelumnya dikenal pendiam dan kurang percaya diri kini berhasil meraih juara pertama pencak silat tingkat nasional.

Novatul mengaku bercita-cita menjadi polisi wanita dan menyatakan pelajaran Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran favoritnya.

Ibunda Novatul juga menyampaikan bahwa putrinya mengalami perubahan positif selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menilai anaknya kini lebih disiplin, lebih percaya diri, dan lebih aktif membantu keluarga di rumah.

Ia juga mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya sempat terdampak pandemi Covid-19 sehingga memengaruhi kondisi psikologis anaknya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kisah serupa disampaikan Haikal Abdul Majid (14), siswa SRMP 18 Lombok Barat yang tinggal bersama bibinya setelah ayahnya mengalami gangguan jiwa dan ibunya menikah kembali. Haikal mengaku merasa nyaman mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat karena memperoleh lingkungan belajar yang mendukung.

“Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini,” ujarnya.

Bibi Haikal mengatakan perubahan perilaku keponakannya terlihat cukup signifikan, terutama dalam hal kedisiplinan dan keberanian tampil di depan umum. Menurutnya, Haikal kini bahkan dipercaya menjadi imam di lingkungan sekolah.

Dalam dialog bersama calon siswa, Gus Ipul juga mendorong peserta didik agar berani memiliki cita-cita tinggi. Salah satunya disampaikan M. Faturrahman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat asal Kecamatan Gerung yang mengaku ingin menjadi pilot agar dapat memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah umrah.

Orang tua Fatur menyampaikan apresiasi atas hadirnya Program Sekolah Rakyat karena dinilai memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem agar anak-anak mereka memperoleh layanan pendidikan berasrama selama 24 jam dengan harapan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk tetap menghormati orang tua dan guru tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang lahirnya generasi yang berkarakter, memiliki keterampilan, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.