SDN Pandankrajan 1 Nihil Siswa Baru

oleh -31 Dilihat
oleh
SDN-Pandankrajan-1-Nihil-Siswa-Baruu
SDN-Pandankrajan-1-Nihil-Siswa-Baruu
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi catatan serius bagi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Mojokerto. SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, dipastikan tidak menerima satu pun peserta didik baru pada proses penerimaan siswa tahun ini. Kondisi tersebut membuat ruang kelas I kosong tanpa penghuni dan menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian dalam pemetaan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala SDN Pandankrajan 1, Juwono, membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tidak memperoleh siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya kecenderungan masyarakat memilih menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal.

“Tradisi masyarakat menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan terdekat turut memengaruhi SDN Pandankrajan 1 tidak mendapatkan murid baru,” ujar Juwono, Kamis (16/7/2026).

Data sekolah menunjukkan jumlah peserta didik yang masih aktif saat ini hanya 22 siswa. Rinciannya, empat siswa di kelas II, enam siswa kelas III, tujuh siswa kelas IV, dan lima siswa kelas V. Adapun kelas VI sudah tidak memiliki siswa karena seluruh peserta didiknya telah lulus pada akhir tahun ajaran sebelumnya.

“Totalnya 22 siswa. Delapan siswa kemarin sudah lulus. Yang paling sedikit ada di kelas II,” katanya.

Juwono juga menjelaskan bahwa kosongnya kelas I dipengaruhi minimnya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di sekitar wilayah sekolah. Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, hanya terdapat 13 anak lulusan TK yang menjadi calon peserta didik jenjang SD pada tahun ini.

“Dari 13 lulusan TK, yang berdomisili dekat dengan sekolah kami hanya satu anak. Orang tuanya juga memutuskan tidak mendaftar ke sini dan memilih sekolah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi dan analisis terhadap kondisi SDN Pandankrajan 1 sebelum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

“Memang tahun ini kami telah melakukan mitigasi dan analisa. SDN Pandankrajan 1 tidak mendapatkan murid baru karena jumlah anak usia masuk SD di Desa Pandankrajan sangat sedikit,” kata Amsar.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan dasar, khususnya pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk usia sekolah yang terbatas.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, terdapat delapan sekolah dasar yang memiliki jumlah peserta didik di bawah 10 orang pada Tahun Ajaran 2026/2027. Dari delapan sekolah tersebut, hanya SDN Pandankrajan 1 yang sama sekali tidak memperoleh siswa baru.

“Dari delapan lembaga pendidikan itu, hanya SDN Pandankrajan 1 yang tidak mendapatkan siswa baru,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, lanjut Amsar, terus melakukan pemetaan terhadap kondisi sekolah di berbagai wilayah sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang menyesuaikan perkembangan jumlah peserta didik. Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi dalam menjaga pemerataan akses layanan pendidikan sesuai kondisi demografis masing-masing daerah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.