SDN di Tulungagung Hanya Raih Satu Siswa Baru

oleh -27 Dilihat
oleh
SDN-di-Tulungagung-Hanya-Raih-Satu-Siswa-Baru
Kalah Bersaing, SDN di Tulungagung ini Hanya Dapat Satu Siswa baru
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – SD Negeri (SDN) 2 Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, hanya memperoleh satu peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menempatkan sekolah tersebut sebagai salah satu SD negeri dengan jumlah siswa paling sedikit di wilayah Kecamatan Karangrejo serta menjadi indikator rendahnya daya saing sekolah di tengah persaingan antar satuan pendidikan.

Satu-satunya peserta didik baru itu adalah M. Rafan Aditya (7), yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pendampingan penuh dari para guru. Meski menjadi satu-satunya murid di kelas I, proses pembelajaran tetap dilaksanakan sesuai jadwal sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Kepala SDN 2 Sembon, Kusnul Linasikah, mengakui minimnya jumlah peserta didik baru menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan sekolah. Menurutnya, seluruh tenaga pendidik telah melakukan berbagai upaya selama masa SPMB, mulai dari sosialisasi hingga mendatangi calon peserta didik secara langsung, namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

“Anak-anak hari ini berangkat sekolah dengan senang dan kami menyambut mereka dengan bahagia. Tetapi terus terang, hati saya sebenarnya belum begitu bahagia karena tahun ini hanya mendapatkan satu siswa baru,” ujar Kusnul, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, pihak sekolah memastikan layanan pendidikan tidak mengalami perubahan. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka dengan kurikulum dan jadwal pembelajaran yang sama seperti sekolah lainnya.

Kusnul menilai rendahnya minat masyarakat memilih SDN 2 Sembon dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya lokasi sekolah yang berada di dalam gang serta kondisi fisik bangunan yang dinilai sudah tua dan membutuhkan pembenahan. Selain itu, sejumlah fasilitas pembelajaran seperti meja, kursi, dan lantai kelas juga disebut belum memadai dibandingkan sekolah lain.

Di sisi lain, ia menegaskan kualitas sumber daya manusia di sekolah tetap menjadi modal utama. Mayoritas tenaga pendidik masih berusia muda dan dinilai memiliki semangat tinggi dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik.

Selama proses penerimaan murid baru, pihak sekolah mengaku telah melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Guru-guru mendatangi rumah calon siswa, mencari data lulusan taman kanak-kanak di sekitar wilayah sekolah, hingga melakukan sosialisasi kepada orang tua agar mempertimbangkan SDN 2 Sembon sebagai pilihan pendidikan dasar.

Selain itu, sekolah juga berupaya meningkatkan daya tarik melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Selain Pramuka sebagai kegiatan wajib, sekolah menyediakan kegiatan qiraah dan hadrah. Namun pengembangan program tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran operasional.

Menurut Kusnul, jumlah peserta didik yang sedikit berdampak langsung terhadap besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Akibatnya, sejumlah kegiatan pengembangan sekolah, termasuk ekstrakurikuler, masih bergantung pada dukungan internal para guru.

Berdasarkan data sekolah, saat ini SDN 2 Sembon memiliki total 19 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian melalui program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk renovasi gedung sekolah serta dukungan terhadap pengembangan kegiatan pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekolah negeri yang mengalami penurunan jumlah peserta didik, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di daerah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.