SDM Maritim Lemah, Ambisi Ekonomi Biru Dipertanyakan

oleh -29 Dilihat
oleh
SDM Maritim Lemah, Ambisi Ekonomi Biru Dipertanyakan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah di Surabaya, Kamis (7/5/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim dan pengembangan ekonomi biru sebagai kunci utama menjadikan Jawa Timur “Gerbang Baru Nusantara”. Namun, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kesiapan riil SDM dan implementasi konkret di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah, Kamis (7/5/2026). Ia memaparkan konsep pembangunan jangka menengah dan panjang Jawa Timur yang menempatkan provinsi ini sebagai pusat orkestrasi rantai nilai nasional, bukan sekadar wilayah transit.

Konsep ambisius tersebut bertumpu pada empat pengungkit utama, yakni penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, mobilitas tenaga kerja, serta konektivitas ekonomi antarwilayah. Namun demikian, efektivitas implementasi keempat pengungkit ini masih menjadi sorotan, terutama dalam menghadapi disparitas kualitas SDM antarwilayah.

Khofifah mengakui bahwa seluruh pengungkit tersebut bergantung pada ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global. Fakta ini menegaskan adanya tantangan mendasar dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan industri berbasis teknologi dan kemaritiman modern.

Sebagai provinsi dengan basis industri pengolahan terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur disebut memiliki kekuatan pada sektor agro-maritim, perkapalan, hingga pariwisata bahari. Namun, transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendidikan dan pelatihan yang merata.

Dalam konteks kemaritiman, Khofifah menekankan pentingnya pergeseran ke ekonomi biru, yaitu pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Meski demikian, implementasi konsep ini kerap menghadapi kendala klasik, mulai dari eksploitasi berlebihan hingga lemahnya pengawasan lingkungan.

Data yang disampaikan menunjukkan nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur mencapai 60,54 pada 2024. Angka ini memang menunjukkan tren positif, namun masih menyisakan pekerjaan rumah besar untuk mencapai target jangka panjang 2045, terutama dalam integrasi kebijakan lintas sektor.

Industri kelautan dan pariwisata bahari disebut sebagai motor utama ekonomi biru. Akan tetapi, percepatan sektor ini membutuhkan dukungan teknologi, investasi, dan regulasi yang konsisten—hal yang selama ini kerap terhambat oleh birokrasi dan koordinasi antarlembaga.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyoroti urgensi SDM maritim unggul, khususnya dalam pengoperasian kapal berteknologi tinggi. Ia menekankan bahwa kebutuhan tersebut tidak hanya menyangkut kecerdasan intelektual, tetapi juga stabilitas psikologis—indikasi bahwa standar kompetensi yang dibutuhkan semakin kompleks.

Sorotan juga diberikan pada peluang kerja spesifik seperti underwater welding yang memiliki permintaan global tinggi. Namun, hingga kini, kesiapan lembaga pendidikan dalam menyediakan pelatihan berskala internasional masih menjadi tantangan tersendiri.

Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, menyatakan komitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas SDM dan penguatan riset. Pernyataan ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi, meski efektivitas kolaborasi dengan pemerintah masih perlu diuji dalam implementasi nyata.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Universitas Hang Tuah juga dilakukan dalam acara tersebut. Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat, dengan harapan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Meski demikian, berbagai program yang dicanangkan masih memerlukan pengawasan ketat dan evaluasi berkelanjutan agar tidak berhenti pada tataran seremonial semata, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan pembangunan sektor kemaritiman di Jawa Timur.

*** (Red-Garudasatunews)***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.