Satpol PP Surabaya Klarifikasi Video Ambulans

oleh -38 Dilihat
oleh
Satpol PP Surabaya Klarifikasi Video Ambulans
Satpol PP Surabaya mengklarifikasi video anggota yang diduga menghalangi ambulans BPJS Watch. Petugas disebut awalnya hendak memberi tahu pengemudi bahwa kedua spion ambulans dalam kondisi tertutup.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Satpol PP Kota Surabaya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan seorang anggotanya berada di dekat ambulans BPJS Watch Surabaya yang tengah membawa jenazah menuju Sampang, Madura. Pihak Satpol PP menyebut kejadian tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas dan pengemudi ambulans.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, mengatakan pihaknya telah memanggil anggota yang bersangkutan untuk dimintai keterangan dan mengetahui kronologi kejadian dari sisi petugas.

Menurut Irna, anggota tersebut awalnya melihat kedua spion ambulans dalam kondisi tertutup. Petugas kemudian berupaya menyampaikan informasi tersebut kepada pengemudi. Namun, komunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya karena suara sirene ambulans cukup keras.

Situasi kemudian berkembang ketika petugas mendekati kendaraan dan mengetuk kaca untuk berkomunikasi dengan pengemudi. Dalam video yang beredar, petugas juga mempertanyakan kondisi serta muatan ambulans.

Irna menjelaskan, setelah mengetahui bahwa ambulans tersebut membawa jenazah dan hendak menuju Sampang, petugas langsung mempersilakan kendaraan melanjutkan perjalanan. Ia menegaskan tidak terdapat niat dari anggota tersebut untuk menghalangi perjalanan ambulans.

Dari sisi kronologi, peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebar di media sosial. Ambulans BPJS Watch Surabaya diketahui sedang menjalankan perjalanan membawa jenazah dari Surabaya menuju wilayah Sampang, Madura.

Persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui mediasi di Kecamatan Bulak yang melibatkan perangkat wilayah dan jajaran terkait. Dalam mediasi itu, anggota Satpol PP yang bersangkutan menyampaikan penjelasan mengenai kejadian sekaligus meminta maaf kepada pengemudi ambulans.

Kedua pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Anggota Satpol PP tersebut juga disebut telah membuat surat pernyataan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Satpol PP Surabaya, khususnya dalam membangun komunikasi ketika petugas berhadapan dengan kendaraan yang memiliki kepentingan darurat. Irna mengatakan pihaknya akan mengingatkan jajaran agar mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi yang efektif di lapangan.

Klarifikasi tersebut menunjukkan bahwa video yang beredar perlu dilihat bersama konteks kejadian secara utuh. Pihak Satpol PP menyatakan persoalan tersebut merupakan miskomunikasi, sementara penyelesaian telah dilakukan melalui mediasi dan permohonan maaf dari anggota yang bersangkutan.

Satpol PP Surabaya berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama dalam situasi yang melibatkan kendaraan darurat sehingga komunikasi antara petugas dan pengguna jalan dapat berlangsung secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.