BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Tim yang terdiri dari Pemkab, kepolisian, dan Bulog memantau Pasar Blambangan dan Pasar Banyuwangi secara langsung.
Hasil sidak menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai rawit yang mencapai Rp75 ribu per kilogram. Stok seluruh bahan pokok dinyatakan aman.
Tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi juga melakukan rapid test pada daging yang dijual di pasar. Pemeriksaan ini memastikan daging bebas bahan kimia berbahaya, halal, dan layak konsumsi setelah sebelumnya dicek di Rumah Potong Hewan (RPH).
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi, Iptu Didik Hariyono, menyatakan sejauh ini belum ada indikasi permainan harga signifikan. Minyak goreng, beras, dan daging dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Didik menegaskan akan menindak tegas pelaku penimbunan atau manipulasi harga komoditas pangan.
Kepala Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyebut stok beras mencapai 94.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal bahkan menyalurkan ke daerah defisit seperti Papua, NTT, dan Bali. Minyak goreng rakyat tersedia sesuai kuota dengan harga HET Rp15.700 per liter, dipasangi banner dan sticker himbauan.
Bulog bersama Pemkab dan Bank Indonesia juga menggelar operasi pasar di tiap kecamatan dan pusat keramaian hingga 16 Maret untuk memastikan pasokan aman dan harga terkendali. Semua upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi dan ketersediaan bahan pokok di Banyuwangi. (Red-Garudasatunews)













