Sapi Kurban Mengamuk, Damkar dan BKSDA Turun Tangan

oleh -27 Dilihat
oleh
Sapi Kurban Mengamuk, Damkar dan BKSDA Turun Tangan
Sapi kurban terkulai lemas usai ditembak bius petugas karena mengamuk dan sulit dikendalikan
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Seekor sapi kurban asal peternak Lamongan menggegerkan warga Jalan Kayu III Perumahan Pongangan Indah, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, setelah lepas dari ikatan di area Masjid Al Hasan sejak siang hingga dini hari, Rabu (27/5/2026). Hewan berbobot besar itu dilaporkan mengalami stres berat hingga sulit dikendalikan warga.

Kepanikan warga terjadi saat sapi terus bergerak liar dan mengamuk ketika hendak ditangkap. Upaya penangkapan yang dilakukan warga bersama Sining, salah satu warga setempat, berkali-kali gagal karena sapi terus menyeruduk dan berlari tak terkendali.

Penjual sapi asal Lamongan bahkan didatangkan ke lokasi guna membantu menenangkan hewan tersebut. Namun kondisi sapi yang semakin agresif membuat proses evakuasi tidak membuahkan hasil.

Situasi yang dinilai membahayakan akhirnya dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik melalui layanan darurat Akas 112. Tak lama berselang, personel Damkar Pos Kota langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, petugas Damkar bersama warga kembali mencoba mengepung dan menenangkan sapi. Namun upaya manual kembali gagal lantaran hewan tersebut terus mengamuk akibat tekanan dan stres berat.

Melihat kondisi semakin tidak terkendali, dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menyebut sapi harus ditangani menggunakan tembak bius karena berisiko membahayakan keselamatan warga jika tetap dipaksa ditangkap secara manual.

“Sebelum ditembak bius kami meminta bantuan tambahan ke BKSDA guna membantu proses penembakan obat bius terhadap sapi tersebut,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik, Suyono.

Selama menunggu obat bius dari Dinas Peternakan Lamongan tiba, petugas Damkar bersama pihak BKSDA bersiaga penuh di sekitar lokasi untuk mengantisipasi sapi kembali mengamuk dan melukai warga.

Beberapa saat kemudian, Dokter Rajendra dari Dinas Peternakan Lamongan tiba membawa obat bius. Proses penembakan bius pun dilakukan beberapa kali hingga sapi perlahan melemah dan akhirnya roboh.

“Alhamdulillah akhirnya sapi berhasil ditangkap personel bersama warga setelah kondisinya lemas akibat obat bius,” imbuh Suyono.

Proses evakuasi dramatis yang berlangsung hingga dini hari itu menyita perhatian warga sekitar. Penanganan sapi stres tersebut melibatkan banyak pihak mulai warga, Damkar, dokter hewan, hingga BKSDA demi memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.