Santriwati Bangkalan Alami Kekerasan Seksual Lebih Setahun

oleh -382 Dilihat
Santriwati Bangkalan Alami Kekerasan Seksual Lebih Setahun
Keluarga santriwati asal Bangkalan yang menjadi korban kekerasan seksual.
banner 468x60

BANGKALAN, Garudasatunews.id — Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang santriwati di pondok pesantren Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Korban diduga menjadi sasaran pelecehan selama lebih dari satu tahun sebelum kasus ini ditangani aparat dan pemerintah daerah.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bangkalan, Sudiyo, menyebut kekerasan berlangsung sejak Januari 2024 hingga September 2025. “Berdasarkan asesmen dan pendampingan, dugaan kekerasan seksual terjadi sejak awal 2024 sampai 2025,” ujar Sudiyo, Sabtu (31/2/2026).

Korban disasar oleh dua oknum lora, berinisial UF dan S, saudara kandung UF. Kekerasan oleh pelaku kedua terjadi Februari–Juli 2024. Kasus ini terungkap setelah dua aktivis organisasi keperempuanan mahasiswa melaporkan ke UPTD PPA Bangkalan pada 28 November 2025. Laporan kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas lembaga.

Sebelum pendampingan UPTD PPA, keluarga korban telah melapor ke Polda Jawa Timur. Tim UPTD PPA melakukan asesmen, konseling, dan koordinasi hukum dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim.

Korban sempat meninggalkan rumah pada 8 Januari 2026 dini hari. Ia ditemukan beberapa hari kemudian di depan mesjid di akses Suramadu setelah informasi dari pihak tak dikenal.

UPTD PPA Bangkalan berkoordinasi dengan LPSK untuk pemenuhan hak korban, termasuk restitusi melalui kuasa hukum. Pendampingan psikologis tetap berlangsung sambil menunggu perkembangan proses hukum.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.