Santri Hilang Tenggelam, Pencarian Terkendala Arus Bengawan Solo

oleh -44 Dilihat
oleh
Santri Hilang Tenggelam, Pencarian Terkendala Arus Bengawan Solo
Petugas saat menunjukkan pakaian santri Ponpes Miftahul Jannah di Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Ngawi yang diduga tenggelam dan hanyut di Bengawan Solo, Kamis (11/6/2026)
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo saat mandi bersama sejumlah rekannya pada Kamis (11/6/2026) sore. Hingga malam hari, korban bernama Muhamad Maulana Rifai (14) belum berhasil ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan korban datang ke tepi Sungai Bengawan Solo bersama 13 santri lainnya yang berada di lingkungan pondok pesantren. Saat aktivitas mandi berlangsung, korban diduga bergerak ke bagian sungai yang lebih dalam sebelum akhirnya terseret arus dan tenggelam.

Insiden tersebut memicu kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar. Suasana duka semakin terasa ketika ibu korban, Jumiati (40), warga Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, tiba di lokasi setelah menerima kabar mengenai musibah yang menimpa putranya. Tangis keluarga korban pecah di tepi sungai saat proses pencarian masih berlangsung.

Sejumlah teman korban yang berada di lokasi mengaku sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus dan kedalaman sungai membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa sarung, kaos, dan sandal yang ditinggalkan di tepi sungai.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi di lapangan, korban sempat terlihat muncul ke permukaan setelah tenggelam. Rekan-rekannya berusaha menjangkau korban menggunakan sebatang bambu, namun korban kembali hilang terbawa arus.

Relawan yang berada di lokasi, Joko Tris, mengatakan korban tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya di sungai tersebut.

“Korban mandi bersama 13 temannya. Sempat menuju ke tengah sungai dan tenggelam. Korban sempat muncul dan berusaha ditolong temannya, namun tidak berhasil,” ujarnya.

Laporan warga terkait dugaan orang tenggelam langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta unsur relawan untuk melakukan operasi pencarian.

Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rohmad Angga, mengungkapkan proses pencarian menghadapi hambatan akibat kondisi arus Sungai Bengawan Solo yang cukup deras dan kedalaman sungai yang mencapai sekitar empat hingga lima meter.

“Pencarian terkendala arus yang cukup deras dan kondisi sungai yang dalam. Hingga malam hari korban belum ditemukan,” kata Rohmad.

Kapolsek Mantingan, IPTU Andy Wijayanto, membenarkan adanya laporan terkait seorang santri yang diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo.

“Kami menerima laporan adanya dugaan orang tenggelam. Setelah itu petugas mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas di kawasan perairan terbuka tanpa pengawasan memadai. Sungai Bengawan Solo dikenal memiliki karakter arus yang berubah-ubah dengan kedalaman yang sulit diprediksi, terutama pada sejumlah titik yang rawan kecelakaan air.

Hingga malam hari, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara karena faktor keselamatan personel serta keterbatasan jarak pandang. Tim gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Jumat (12/6/2026) pagi dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Petugas juga menunggu dukungan personel Basarnas untuk memperkuat proses pencarian dan memastikan seluruh area yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus dapat diperiksa secara menyeluruh.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.