SAM-75, Rudal Pertahanan Udara Indonesia Era 1960-an

oleh -360 Dilihat
SAM-75, Rudal Pertahanan Udara Indonesia Era 1960-an
Rudal SAM-75. (Foto: Dok. Dinas Sejarah TNI AU)
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Indonesia pernah mengoperasikan rudal pertahanan udara SAM-75 pada era 1960-an sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional, terutama saat ketegangan geopolitik terkait konfrontasi Irian Barat.

Berdasarkan keterangan Dinas Sejarah TNI Angkatan Udara melalui unggahan media sosial @sejarah_tniau, rudal SAM-75 merupakan singkatan dari Surface to Air Missile. Sistem ini dikenal dengan nama S-75 Dvina oleh Uni Soviet dan SA-2 Guideline oleh NATO.

SAM-75 mulai masuk ke Indonesia pada 1962 dan digunakan untuk melindungi Jakarta serta sejumlah objek vital dari ancaman serangan udara. Sistem ini tergolong canggih pada masanya dan menjadi tulang punggung pertahanan udara nasional.

SAM-75 terdiri dari rudal berpemandu V-750, peluncur darat tipe SM-90, radar pengendali tembakan RSNA/SNR-75 “Fan Song”, serta sistem komunikasi terintegrasi. Rudal ini mampu melaju hingga Mach 3 dengan jangkauan efektif sekitar 40 kilometer dan ketinggian intersepsi mencapai 88.000 kaki.

Untuk mengoperasikan sistem tersebut, TNI AU membentuk Wing Pertahanan Udara 100 Peluru Kendali. Satuan ini terdiri dari Skadron 101 di Cilodong, Skadron 102 di Tangerang, Skadron 103 di Cilincing, serta Skadron Teknik 104 di Pondok Gede yang bertugas menyiapkan peluru kendali.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.