Rusia Pelajari Sistem Haji Indonesia

oleh -50 Dilihat
oleh
Rusia Pelajari Sistem Haji Indonesia
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menerima audiensi delegasi Dewan Federasi Majelis Federal Rusia di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Rusia menunjukkan ketertarikan terhadap sistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Ketertarikan itu mengemuka saat Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menerima delegasi Dewan Federasi Majelis Federal Rusia di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas pertukaran pengalaman sekaligus peluang kerja sama dalam tata kelola haji, digitalisasi layanan, pembiayaan, transportasi, serta peningkatan pelayanan jemaah. Delegasi Rusia dipimpin Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov, didampingi Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dan perwakilan lembaga keagamaan Muslim Rusia.

Sorotan utama delegasi Rusia adalah kemampuan Indonesia mengelola jemaah dalam jumlah besar. Indonesia saat ini memiliki kuota sekitar 221 ribu jemaah, sementara jumlah pendaftar haji telah mencapai lebih dari lima juta orang. Skala tersebut membuat sistem pendataan dan antrean menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan haji nasional.

Menhaj menjelaskan, pengelolaan tersebut ditopang Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Sistem ini digunakan mulai dari pendataan dan pendaftaran, penerbitan nomor porsi hingga pengelolaan antrean keberangkatan.

“Indonesia memiliki jumlah pendaftar yang sangat besar. Karena itu, sistem informasi dan sistem antrean menjadi sangat penting agar seluruh proses dapat dikelola secara terstruktur,” ujar Irfan Yusuf.

Dalam skema pendaftaran, calon jemaah melakukan setoran awal Rp25 juta melalui Bank Penerima Setoran (BPS) untuk memperoleh nomor porsi. Pemerintah juga terus menata distribusi kuota guna mengurangi kesenjangan masa tunggu antardaerah, dengan arah masa tunggu nasional sekitar 26 tahun.

Selain sistem digital dan antrean, delegasi Rusia mendalami pengelolaan pembiayaan haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Integrasi antara pendaftaran, pengelolaan dana, hingga pembiayaan operasional menjadi salah satu aspek yang dinilai relevan untuk dipelajari.

Rusia sendiri memiliki kuota sekitar 25 ribu jemaah. Sekitar 70–80 persen jemaahnya berasal dari kawasan Kaukasus Utara, seperti Dagestan, Chechnya, Ingushetia, dan Kabardino-Balkaria. Luas wilayah Rusia menjadi tantangan tersendiri dalam transportasi dan koordinasi penyelenggaraan haji. Negara tersebut juga belum menerapkan mekanisme antrean terintegrasi seperti Indonesia.

Pembahasan kedua pihak turut menyentuh persoalan kenaikan biaya penerbangan, fluktuasi harga avtur, kondisi ekonomi global, kebijakan pelayanan Pemerintah Arab Saudi, hingga kendala transfer dana ke Arab Saudi yang berkaitan dengan dinamika hubungan internasional dan sanksi.

Menhaj menegaskan Indonesia terbuka untuk berbagi pengalaman, terutama dalam digitalisasi, pendataan jemaah, pengelolaan pembiayaan, serta koordinasi pelayanan haji di Arab Saudi melalui Kantor Misi Haji Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam kerangka pelayanan keagamaan dan kemanusiaan.

Pertemuan ditutup dengan undangan resmi kepada Kementerian Haji dan Umrah untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia. Kunjungan itu diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk melihat kehidupan komunitas Muslim Rusia sekaligus membahas peluang kerja sama teknis penyelenggaraan haji kedua negara.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.