Rumah Hanafi di Jombang Ludes Terbakar

oleh -21 Dilihat
oleh
Rumah Hanafi di Jombang Ludes Terbakar
Petugas Damkarla menyemprotkan air ke rumah Hanafi yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Rumah milik Hanafi (42), warga Dusun Keras RT 05/RW 01, Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ludes terbakar pada Selasa (22/9/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Saat api mulai membesar, Hanafi bersama keluarganya keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Warga yang mengetahui kebakaran sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar akibat hembusan angin malam sehingga warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Komandan Regu Damkar Jombang, Jayadinata Dwi Hatmaja, mengatakan pihaknya menerima laporan dan langsung memberangkatkan satu unit fire pumper truck beserta personel menuju lokasi.

Petugas tiba sekitar lima menit setelah menerima laporan dan segera melakukan pemadaman. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Dua kamar tidur, ruang tengah dan ruang tamu ludes terbakar,” kata Dwi.

Rumah berukuran sekitar 7,5 x 12 meter persegi tersebut mengalami kerusakan berat. Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Dugaan awal petugas menyebut kebakaran berasal dari korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut tetap berada dalam konteks dugaan awal berdasarkan pemeriksaan di lokasi.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik rumah secara berkala, terutama terhadap kabel, sambungan, dan komponen yang sudah mengalami kerusakan atau tidak lagi layak digunakan.

Petugas Damkar Jombang mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu terjadinya musibah untuk memeriksa kondisi kelistrikan rumah. Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penghuni dan menyebabkan kerugian material.

Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi hal penting, setelah penghuni rumah berhasil keluar ketika api mulai membesar. Sementara itu, kerusakan bangunan dan isi rumah menjadi dampak utama kebakaran yang terjadi pada malam tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.