MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Kebakaran hebat yang melanda permukiman di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam (4/4/2026), menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Material bangunan berbahan bambu dan kayu diduga menjadi faktor utama cepatnya api membesar dan sulit dikendalikan.
Peristiwa dilaporkan warga sekitar pukul 19.30 WIB. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto segera menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Namun, saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar dan melalap sebagian besar bangunan.
Komandan Regu Damkar BPBD Mojokerto, Sukamto, mengungkapkan bahwa struktur rumah berbahan mudah terbakar mempercepat penyebaran api secara signifikan.
“Material bambu dan kayu membuat api sangat cepat menjalar. Saat kami datang, kondisi sudah membesar sehingga fokus utama mencegah api merambat ke bangunan lain,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang. Proses penanganan berlangsung intens dengan melibatkan lintas unsur, mulai dari BPBD, Pemadam Kebakaran Kota Mojokerto, TNI-Polri, hingga relawan dan warga setempat.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WIB setelah hampir dua jam upaya pemadaman. Kondisi bangunan yang didominasi bahan mudah terbakar menjadi kendala utama dalam pengendalian api.
Dalam kejadian tersebut, seorang penghuni rumah bernama Kasiatun (73) ditemukan meninggal dunia. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh isi rumah, termasuk dua sepeda motor, satu sepeda listrik, dan kursi roda, dilaporkan hangus terbakar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, insiden ini kembali menyoroti kerentanan hunian dengan material tradisional tanpa sistem mitigasi kebakaran yang memadai.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pemilik rumah berbahan bambu dan kayu, serta memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa.
Kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Red-Garudasatunews














