Rumah Anak Yatim Tak Layak, Pemkab Turun Tangan

oleh -25 Dilihat
oleh
Rumah Anak Yatim Tak Layak, Pemkab Turun Tangan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep dan masyarakat, membantu pembangunan rumah bagi anak yatim piatu di Desa Bilapora Reba, Kecamatan Lenteng.
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Fakta memprihatinkan terungkap di Desa Bilapora Reba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, ketika seorang anak yatim piatu diketahui selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni. Kondisi tersebut memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan masyarakat setempat untuk melakukan pembangunan ulang tempat tinggal yang lebih manusiawi.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi riil di lapangan. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bangunan yang ditempati anak yatim tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan, jauh dari standar kelayakan hunian, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya.

“Kami memastikan pemerintah daerah hadir dan tidak abai terhadap warga kurang mampu, terutama anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Imam Hasyim saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (04/05/2026).

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa intervensi ini bukan sekadar bantuan sementara, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar warga atas tempat tinggal yang layak. Ia juga mengungkapkan bahwa keterlibatan Baznas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan rumah tersebut.

Lebih lanjut, Imam Hasyim mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut berkontribusi secara nyata. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial, baik dalam bentuk bantuan dana maupun tenaga, guna memastikan pembangunan berjalan optimal dan tepat waktu.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Yang mampu secara finansial diharapkan membantu secara materi, sementara yang lain dapat berpartisipasi melalui gotong royong,” tegasnya.

Program pembangunan rumah layak huni ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan tempat tinggal anak yatim tersebut, tetapi juga menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan secara berkelanjutan. Selain itu, langkah ini sekaligus menjadi pengingat adanya potensi kasus serupa yang belum terungkap di wilayah lain.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.