RSUD Harjono Ponorogo Kembangkan Layanan Ring Jantung Tanpa Operasi

oleh -41 Dilihat
oleh
Ruang Kontrol Medis Garudasatunews.id
Proses pasang ring tanpa operasi di ruangan Cathlab RSUD dr. Harjono Ponorogo.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – RSUD dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur, terus mengembangkan layanan kardiovaskular intervensi nonbedah melalui fasilitas kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (Cath Lab). Layanan ini memungkinkan pemeriksaan pembuluh darah jantung hingga pemasangan ring jantung tanpa harus melalui operasi terbuka, sehingga masyarakat Ponorogo dan sekitarnya memiliki akses penanganan penyakit jantung yang lebih dekat.

Pengembangan layanan tersebut menjadi salah satu upaya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam memperkuat pelayanan kesehatan spesialis, sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Anna Budiarti, Sp.JP (K), FIHA, mengatakan fasilitas kateterisasi jantung merupakan salah satu layanan unggulan yang dikembangkan rumah sakit untuk masyarakat.

“Ini merupakan salah satu layanan unggulan dari Rumah Sakit dr. Harjono Ponorogo yang kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Ponorogo, layanan unggulan di bidang kardiovaskular,” ungkap dr. Anna, Sabtu (24/10/2026).

Kateterisasi Jantung Tanpa Operasi Terbuka

Menurut Anna, kateterisasi jantung berfungsi untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah koroner pada pasien yang diduga mengalami penyakit jantung koroner. Pemeriksaan ini membantu dokter mengidentifikasi penyempitan pembuluh darah serta menentukan apakah pasien membutuhkan pemasangan ring jantung.

Prosedur dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau lipat paha. Melalui jalur tersebut, dokter dapat mengarahkan alat menuju pembuluh darah jantung untuk melakukan pemeriksaan maupun tindakan intervensi sesuai indikasi medis.

Pemasangan ring atau stent bertujuan membantu menjaga pembuluh darah yang mengalami penyempitan tetap terbuka agar aliran darah dapat membaik.

“Masyarakat jangan khawatir, yang sedang mengalami serangan jantung, pemasangan ring jantung itu bukanlah sesuatu yang harus dioperasi atau dibedah. Itu merupakan pelayanan invasif yang nonbedah,” jelas Anna.

Meski demikian, keputusan pemasangan ring tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi medis masing-masing pasien.

Berpotensi Mendukung Penanganan Penyakit Saraf

Selain untuk penyakit jantung koroner, fasilitas kateterisasi di RSUD dr. Harjono Ponorogo juga berpotensi mendukung pengembangan layanan intervensi neurologi atau saraf.

Anna menjelaskan, rumah sakit tersebut telah memiliki dokter spesialis neurologi konsultan intervensi neurologi. Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah pada kasus stroke tertentu, terutama stroke nonperdarahan.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi medis, pasien dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan tindakan intervensi sesuai kebutuhan.

Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperluas kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan pembuluh darah.

Tekan Kendala Rujukan dan Biaya Pengobatan

RSUD dr. Harjono Ponorogo juga berencana mengembangkan pelayanan untuk menangani penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung kongenital.

Anna menilai kebutuhan pelayanan tersebut di Ponorogo cukup besar. Selama ini, sebagian pasien yang membutuhkan penanganan khusus masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama berkaitan dengan biaya pengobatan dan perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan.

“Kasusnya di Ponorogo sebenarnya banyak. Cuman kan masyarakat kita masih terkendala, kalau kita mau merujuk ke luar itu, masih mengenai biaya dan sebagainya,” ungkapnya.

Karena itu, pengembangan fasilitas, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pendampingan rumah sakit rujukan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.

“Jadi harapan kami di sini, kami ingin layanan kardiovaskular yang paripurna cukup di Ponorogo saja,” imbuh Anna.

Didampingi RSUD dr. Saiful Anwar Malang

Dalam pengembangan layanan kardiovaskular intervensi nonbedah, RSUD dr. Harjono Ponorogo mendapatkan pendampingan dari RSUD dr. Saiful Anwar Malang.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan layanan unggulan Kementerian Kesehatan. RSUD dr. Saiful Anwar berperan sebagai rumah sakit pengampu bagi wilayah Ponorogo.

Dukungan diberikan sejak persiapan fasilitas kateterisasi hingga konsultasi teknis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

Pengembangan layanan ini diharapkan tidak hanya memperkuat fasilitas kesehatan daerah, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung yang sesuai indikasi medis, tanpa harus selalu menjalani rujukan ke luar wilayah Ponorogo.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.