RSIA Ferina Gencarkan Program Bayi Tabung Sumenep

oleh -56 Dilihat
oleh
RSIA Ferina Gencarkan Program Bayi Tabung Sumenep
Seminar kesehatan yang digelar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ferina.
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ferina membuka peluang solusi bagi pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Sumenep yang mengalami kesulitan memiliki keturunan melalui program inseminasi hingga bayi tabung. Upaya ini disampaikan dalam seminar kesehatan bertajuk Harapan untuk Memiliki Buah Hati yang digelar di Hotel Myze Sumenep, Minggu (26/04/2026).

Dalam forum tersebut, dr. Aucky Hinting, PhD, Sp.And (K) mengungkapkan bahwa sekitar 15 persen pasutri mengalami infertilitas dengan penyebab yang beragam, baik dari pihak istri, suami, maupun kombinasi keduanya. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena melibatkan faktor medis hingga gaya hidup.

“Dari sisi istri, gangguan bisa berupa saluran tuba, endometriosis, kista ovarium, hingga ketidakseimbangan hormon. Sementara dari pihak suami, kualitas sperma, varikokel, serta infeksi menjadi faktor dominan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya faktor gabungan seperti genetik, psikologis, dan pola hidup yang turut memperburuk tingkat kesuburan pasangan. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak selalu efektif dalam menangani seluruh kasus infertilitas.

“Dalam kondisi tertentu, teknologi reproduksi berbantu menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

RSIA Ferina sendiri diketahui secara rutin melakukan edukasi ke berbagai daerah di Jawa Timur melalui program tahunan. Sumenep menjadi salah satu lokasi sasaran dalam upaya memperluas akses informasi kesehatan reproduksi.

“Setiap tahun kami turun langsung ke daerah. Ini bagian dari komitmen kami agar masyarakat tidak lagi tabu membicarakan infertilitas,” tambahnya.

Seminar tersebut diikuti oleh pasien RSIA Ferina dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk dr. Yanuar Prionggo, Sp.OG, M.Kid.Klin, putra daerah Sumenep, serta Dr. dr. Ashon Sa’adi yang memaparkan metode penanganan infertilitas secara rinci.

Dalam paparannya, Dr. Ashon menjelaskan metode inseminasi sebagai salah satu langkah awal, dengan tingkat keberhasilan sekitar 15 persen per siklus. Metode ini dilakukan dengan proses seleksi dan pencucian sperma sebelum dimasukkan ke dalam rahim.

Namun demikian, ia menekankan bahwa program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi, mencapai sekitar 50 persen per percobaan, tergantung usia dan kondisi pasien.

“Pada IVF, proses pembuahan dilakukan di laboratorium sebelum embrio ditanam kembali ke rahim,” jelasnya.

Secara global, teknologi bayi tabung telah berkembang sejak kelahiran bayi pertama, Louise Brown, pada 25 Juli 1978. Hingga kini, lebih dari 10 juta anak di dunia lahir melalui metode tersebut.

Di Indonesia, RSIA Ferina mengklaim sebagai salah satu pelopor program bayi tabung sejak 1990. Hingga akhir 2025, rumah sakit ini mencatat telah menangani 20.110 prosedur dengan tingkat keberhasilan mencapai 43 persen.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai diperlukan transparansi lebih lanjut terkait standar keberhasilan, seleksi pasien, serta biaya layanan yang kerap menjadi kendala utama bagi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.