Rotasi Dipertanyakan, Petrokimia Tumbang dari Pertamina

oleh -45 Dilihat
oleh
Rotasi Dipertanyakan, Petrokimia Tumbang dari Pertamina
foto pemain Jakarta Pertamina melakukan jump smash gagal di-block pemain Gresik Petrokimia (dokumentasi moji sports)
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id Keputusan menurunkan pemain lapis kedua berujung kekalahan bagi Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia saat menghadapi Jakarta Pertamina dalam laga final four di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (19/4/2026).

Tim asal Gresik harus menyerah 1-3 (18-25, 25-15, 15-25, 17-25) dalam pertandingan yang secara klasemen tidak lagi menentukan karena kedua tim telah memastikan tiket ke grand final.

Langkah menurunkan pemain pelapis seperti Rika Dwi Latri, Putri Agustin, Nabila Putri, Dhea CP, Ajeng Nur Cahaya, hingga libero Siti Romadhani menjadi sorotan. Strategi rotasi ini dinilai berdampak langsung pada menurunnya performa tim di lapangan.

Sementara itu, Jakarta Pertamina tampil dengan kekuatan penuh, termasuk mengandalkan pemain asing Wilma Salas yang menjadi motor serangan sepanjang pertandingan.

Di kubu Petrokimia, dua pemain asing utama—Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko—justru disimpan untuk persiapan grand final yang dijadwalkan berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta pada 24 April 2026.

Sejak set pertama, Jakarta Pertamina langsung mendominasi dengan permainan cepat dan agresif. Minimnya koordinasi serta tingginya kesalahan sendiri dari pemain pelapis membuat lini pertahanan Petrokimia mudah ditembus.

Meski sempat bangkit dan merebut set kedua dengan skor 25-15, inkonsistensi kembali terlihat di set berikutnya. Petrokimia gagal menjaga ritme permainan dan kembali tertinggal jauh pada set ketiga dan keempat.

Keputusan rotasi pemain ini memunculkan pertanyaan terkait prioritas strategi tim. Di satu sisi, langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga kebugaran pemain inti. Namun di sisi lain, kondisi ini justru memberi keuntungan kompetitif bagi lawan.

Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi serius bagi tim asuhan Alessandro Lodi, terutama dalam menentukan keseimbangan antara strategi jangka panjang dan performa kompetitif di setiap laga.

Sementara itu, kemenangan ini semakin mengukuhkan Jakarta Pertamina sebagai kandidat kuat juara, dengan performa stabil dan kedalaman skuad yang solid menjelang partai puncak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.