MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Tradisi rombekan kembali menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mojokerto. Tradisi turun-temurun tersebut diwarnai antusiasme warga yang berebut uang dan berbagai pemberian sebagai bagian dari ekspresi kegembiraan sekaligus sedekah dalam memperingati kelahiran Nabi.
Rombekan merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat dalam memeriahkan Maulid Nabi. Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan sebelum pemberian atau uang dibagikan untuk diperebutkan. Suasana pun berubah meriah ketika masyarakat beramai-ramai mengambil uang yang disebarkan.
Tradisi semacam ini bukan sekadar aktivitas berebut pemberian. Dalam konteks budaya masyarakat, momentum tersebut juga dipahami sebagai bentuk berbagi dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Sejumlah kajian mengenai tradisi Maulid di Mojokerto mencatat bahwa rombekan telah menjadi salah satu bentuk perayaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Fenomena warga berebut pemberian dalam perayaan Maulid juga memiliki kemiripan dengan sejumlah tradisi di daerah lain di Jawa Timur. Di Mojokerto, tradisi Keresan misalnya, dilakukan dengan menghias pohon menggunakan hasil bumi, makanan hingga berbagai barang yang kemudian diperebutkan warga. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur.
Dari sudut pandang sosial, rombekan menunjukkan bagaimana kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal. Praktik berbagi dalam momentum Maulid juga memperlihatkan adanya ruang bagi masyarakat untuk membangun solidaritas melalui cara yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun, kemeriahan tradisi tetap perlu memperhatikan aspek ketertiban dan keselamatan, terutama apabila melibatkan anak-anak dalam kerumunan. Antusiasme peserta tidak semestinya menghilangkan prinsip keamanan, sehingga pelaksanaan tradisi dapat tetap berlangsung tanpa menimbulkan risiko cedera maupun persoalan lain di tengah kerumunan.
Di sisi lain, keberadaan anak-anak dalam kegiatan semacam ini juga perlu ditempatkan dalam kerangka pemberitaan ramah anak. Identitas maupun informasi yang dapat mengarah pada pengungkapan identitas anak harus dilindungi apabila anak menjadi bagian dari pemberitaan, sesuai prinsip perlindungan anak dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak Dewan Pers.
Tradisi rombekan pada akhirnya memperlihatkan wajah lain peringatan Maulid Nabi di Mojokerto: perpaduan antara nilai keagamaan, sedekah, kegembiraan warga dan kearifan lokal. Selama dijalankan dengan tertib, aman serta tidak menghilangkan nilai utama berbagi dan kebersamaan, tradisi tersebut dapat terus menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat.
(Red-Garudasatunews)
















