SUMENEP, Garudasatunews.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh jemaah haji agar tidak membawa rokok dalam jumlah berlebihan, menyusul potensi penindakan oleh petugas di titik keberangkatan maupun saat tiba di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan barang bawaan, khususnya rokok, dapat berujung pada penyitaan oleh petugas di embarkasi. Ia menyebut, praktik membawa rokok melebihi batas kerap terjadi dan berpotensi menimbulkan persoalan administratif hingga hukum.
“Jangan sampai jadi masalah gara-gara bawa rokok terlalu banyak. Karena nanti akan disita petugas di embarkasi,” ujarnya, Kamis (07/05/2026).
Halimy mengungkapkan, pengawasan terhadap barang bawaan jemaah kini diperketat, baik melalui pemeriksaan manual maupun alat deteksi. Jika pelanggaran justru terungkap saat di Tanah Suci, konsekuensinya dinilai lebih serius karena berkaitan dengan aturan negara tujuan.
“Kalau terdeteksinya justru di tanah suci, ini berpotensi menimbulkan masalah. Karena itu, sebaiknya disesuaikan dengan jumlah yang diijinkan,” katanya.
Data Kemenhaj mencatat, total jemaah haji asal Sumenep tahun 2026 mencapai 1.356 orang yang terbagi dalam kloter 77, 78, 79, dan 81. Selain itu, terdapat tambahan delapan jemaah yang tersebar di kloter 68, 71, 72, dan 76. Seluruhnya telah mengikuti manasik haji akbar serta prosesi pelepasan simbolis oleh Wakil Bupati Sumenep.
Sesuai jadwal resmi, pemberangkatan akan dilakukan pada Senin (11/05/2026) pukul 03.00 WIB dari GOR A. Yani Pangligur menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya menggunakan armada bus.
Di sisi lain, Kemenhaj juga menyoroti faktor kesehatan jemaah sebagai isu krusial, mengingat suhu di Mekkah dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kesiapan fisik optimal agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“Keberangkatan sudah semakin dekat. Jemaah harus benar-benar menjaga kesehatan karena kondisi cuaca ekstrem membutuhkan fisik yang prima,” tegas Halimy.
(Red-Garudasatunews)















