Revitalisasi Pasar Banyuwangi Ditargetkan Jadi Acuan Nasional

oleh -32 Dilihat
oleh
Revitalisasi-Pasar-Banyuwangi-Ditargetkan-Jadi-Acuan-Nasional
Khofifah dan Wapres Gibran meninjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi yang ditargetkan menjadi rujukan nasional bagi pasar tradisional modern.
banner 468x60

BAYUWANGI, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Susuit Tubun, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pasar rakyat yang telah ditata lebih bersih, tertata, dan modern tersebut menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan pasar tradisional. Jum’at (10/07/26).

Dalam peninjauan itu, Khofifah menyatakan revitalisasi dilakukan dengan mempertahankan sebagian fasad bangunan lama sebagai identitas pasar, sementara pembenahan difokuskan pada peningkatan kualitas fasilitas, penataan ruang, kebersihan, dan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.

Menurut Khofifah, konsep zonasi diterapkan dengan memisahkan area pangan basah, pangan kering, produk nonpangan, serta kawasan kuliner. Penataan tersebut dinilai dapat mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertib, higienis, dan efisien sekaligus meningkatkan daya saing pasar rakyat di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Berdasarkan data pemerintah, Pasar Induk Banyuwangi berdiri di atas lahan sekitar 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi. Pasar dua lantai itu memiliki kapasitas 798 unit yang terdiri atas 397 kios, 356 los, dan 45 kios eksisting yang dibagi sesuai kelompok komoditas.

Selain difungsikan sebagai pusat perdagangan, kawasan pasar juga diproyeksikan berkembang menjadi destinasi wisata kuliner. Pemerintah daerah menyiapkan konsep kawasan kuliner yang direncanakan dapat beroperasi hingga 24 jam dengan menghadirkan beragam kuliner khas Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Khofifah berharap proses revitalisasi segera dituntaskan sehingga pasar dapat diresmikan dan seluruh pedagang kembali menempati kios maupun los yang telah disiapkan. Beroperasinya pasar tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dibandingkan selama masa pembangunan.

Harapan serupa disampaikan salah seorang pedagang, Eva Alfiyanti. Ia mengaku menyambut positif kondisi pasar yang dinilai lebih bersih, tertata, dan nyaman dibandingkan sebelum direvitalisasi.

Eva berharap peresmian segera dilakukan agar pedagang yang selama proses pembangunan menempati lokasi penampungan sementara dapat kembali berjualan di pasar yang telah selesai dibangun. Menurutnya, aktivitas perdagangan mengalami penurunan selama masa relokasi sementara.

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat fungsi pasar rakyat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan fasilitas yang lebih representatif, tata ruang yang lebih modern, serta tetap mempertahankan karakter bangunan yang telah menjadi bagian dari identitas kawasan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.