Redkar Mlirip Disiapkan Jadi Garda Hadapi Kebakaran

oleh -51 Dilihat
oleh
Redkar Mlirip Disiapkan Jadi Garda Hadapi Kebakaran
Wabup Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian saat Pembentukan dan pembinaan REDKAR di Balai Desa Mlirip. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran di tingkat desa dengan membentuk dan membina Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Pembentukan relawan ini diarahkan menjadi benteng awal masyarakat sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan petugas pemadam kebakaran.

Kegiatan pembentukan dan pembinaan REDKAR Desa Mlirip dibuka Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian di Balai Desa Mlirip, Rabu (26/8/2026). Pemerintah menilai keberadaan relawan di tingkat desa penting karena kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat.

Rizal menegaskan REDKAR memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan warga terhadap potensi kebakaran. Relawan yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian diharapkan mampu menjadi mata dan telinga awal bagi petugas.

“Redkar adalah garda terdepan masyarakat dalam membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran,” tegas Rizal.

Dalam kondisi darurat, relawan dapat membantu menyampaikan informasi kepada petugas, mengamankan warga, serta mendukung proses evakuasi. Apabila kondisi memungkinkan dan aman, mereka juga dapat melakukan penanganan awal sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Namun, pemerintah mengingatkan fungsi relawan bukan berarti menggantikan tugas petugas pemadam kebakaran. Faktor keselamatan harus menjadi prioritas agar upaya penanganan awal tidak justru menimbulkan korban baru.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan pembentukan REDKAR merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Program tersebut dilakukan secara bertahap dan tidak hanya menyasar Desa Mlirip.

“Desa Mlirip ini salah satu dari empat desa yang kami sasar,” ujar Rinaldi.

BPBD Kabupaten Mojokerto menyatakan pembentukan REDKAR akan terus diperluas ke desa-desa lainnya. Langkah tersebut menempatkan kesadaran masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam sistem pencegahan dan penanganan bencana.

Dari sisi mitigasi, keberadaan REDKAR menjadi penting karena waktu respons pada fase awal kebakaran sangat menentukan. Semakin cepat informasi diterima dan masyarakat melakukan langkah penyelamatan yang tepat, semakin besar peluang mengurangi risiko korban maupun kerugian.

Dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menunjukkan pembentukan dan pembinaan relawan pemadam kebakaran merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kebakaran. Program tersebut mencakup pembentukan relawan sekaligus dukungan sarana dan prasarana.

Karena itu, pembentukan REDKAR Desa Mlirip tidak cukup berhenti pada seremoni pembentukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan relawan memperoleh pembinaan berkelanjutan, memahami batas kewenangan saat menghadapi kebakaran, serta didukung peralatan yang memadai.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkecil dampak kebakaran sejak tahap paling awal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.