Razia Scam Kamboja, 2.117 WNI Minta Dipulangkan

oleh -91 Dilihat
Razia Scam Kamboja, 2.117 WNI Minta Dipulangkan
ara WNI datang ke KBRI Phnom Penh minta fasilitasi kepulangan (Foto: Dok. Kemlu RI)
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh menangani lonjakan permintaan kepulangan 2.117 Warga Negara Indonesia (WNI) hanya dalam waktu sepekan, periode 16–23 Januari 2026. Ledakan kasus ini dipicu razia besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan daring (online scam).

Operasi tersebut membuat ratusan warga asing, termasuk WNI, keluar dari lokasi sindikat dan berbondong-bondong mendatangi KBRI untuk meminta perlindungan serta fasilitasi pulang ke tanah air. Sejumlah kedutaan besar asing di Phnom Penh juga dilaporkan mengalami situasi serupa.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Santo Darmosumarto memastikan KBRI bergerak cepat menangani situasi darurat ini.
“KBRI berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja untuk mempercepat penerbitan exit permit dan mengupayakan keringanan sanksi keimigrasian,” ujar Santo, mengutip keterangan Kemlu RI, Sabtu (24/1).

KBRI terus melakukan pendataan, penelusuran kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Sementara itu, WNI yang paspor dan visanya masih berlaku diminta segera mengatur kepulangan secara mandiri.

Sejumlah WNI telah membeli tiket dan dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Bahkan, sebagian telah pulang tanpa melapor ke KBRI.

KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI agar tetap tertib dan bersabar mengikuti prosedur yang berlaku.
“KBRI akan memberikan pelayanan terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,” tegas Santo.

Besarnya jumlah WNI menambah kompleksitas penanganan. Sepanjang 2025, KBRI Phnom Penh menangani 5.088 kasus WNI, rata-rata 15–30 kasus per hari. Angka tersebut melonjak drastis dalam sepekan terakhir, bahkan sempat mencapai 520 aduan dalam satu hari.

KBRI juga mengingatkan WNI agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan perwakilan RI. Seluruh layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali tarif resmi SPLP sesuai ketentuan.

Selain itu, WNI diminta aktif berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia agar proses pemulangan mendapat dukungan penuh dari tanah air.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.