Rawat Bola Tangkap, Olahraga Tradisional yang Kembali Bergeliat di Sumenep

oleh -22 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260928-WA0011

SUMENEP, Garudasatunews.id — Waktu sore selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh warga di sejumlah desa di Kabupaten Sumenep. Usai menuntaskan aktivitas harian, warga berbondong-bondong memadati lapangan desa untuk memainkan bola tangkap olahraga tradisional yang belakangan kembali marak digandrungi.

​Suasana penuh keakraban tersebut tampak di Desa Gilang dan Desa Sera Barat (Kecamatan Bluto), Desa Muncek Timur (Kecamatan Lenteng), hingga Desa Bilapora (Kecamatan Ganding). Aksi saling lempar dan tangkap bola secara bergantian menghidupkan suasana sore di desa-desa tersebut.

​Salah seorang warga Desa Sera Barat, Samsul, mengungkapkan bahwa olahraga tradisional ini memiliki daya tarik tersendiri yang tak lekang oleh waktu. Meski belum terwadahi dalam turnamen resmi, eksistensi bola tangkap terus terjaga melalui laga persahabatan antardesa.

​”Saat ini yang berjalan adalah pertandingan antardesa dan laga persahabatan,” ujar Samsul, Senin (28/9/2026).

​Samsul menambahkan, permainan ini menembus batas usia. Tidak hanya para pemuda, warga senior pun kerap turun ke lapangan. Hal ini menjadikan bola tangkap bukan sekadar sarana olahraga yang terjangkau, melainkan juga wadah mempererat tali silaturahmi warga.

​Di samping nilai sosialnya, permainan ini menyimpan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik dan mental. Gerakan melempar serta menangkap bola secara dinamis melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan otot, keseimbangan, hingga kecepatan refleks dan konsentrasi.

​”Di dalamnya terdapat latihan koordinasi motorik sekaligus fokus,” pungkasnya.

​Di tengah gempuran tren olahraga modern, menggeliatnya kembali bola tangkap membuktikan bahwa permainan tradisional masih memiliki posisi istimewa di hati masyarakat Sumenep.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.