Rais Aam PBNU Ajak Nahdliyin Ketuk Pintu Langit

oleh -25 Dilihat
oleh
Rais Aam PBNU Ajak Nahdliyin Ketuk Pintu Langit
Ribuan warga nahdliyin menghadiri istigasah dan doa bersama menjelang Nuktamar ke-35 NU di Pesantren Tambakberas Jombang, Kamis malam (20/8/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Ribuan Nahdliyin memadati halaman Gedung Serbaguna Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) malam. Mereka mengikuti istighotsah dan shalawat bersama menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), panitia lokal Muktamar, santri, anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI), serta masyarakat umum. Gelaran ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual menjelang forum tertinggi organisasi NU yang dijadwalkan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh Nahdliyin mengetuk pintu langit melalui doa, shalawat, dan istighotsah agar Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar, sejuk, harmonis, serta menghasilkan kemaslahatan bagi organisasi dan umat.

Menurut Miftachul Akhyar, istighotsah tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi. Doa bersama diharapkan menjadi ikhtiar batin agar berbagai persoalan yang muncul selama perjalanan menuju Muktamar dapat diselesaikan secara baik dan tidak mengganggu jalannya forum.

Ia juga meyakini penunjukan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar memiliki dimensi historis dan spiritual. Menurutnya, keberadaan Muktamar di pesantren yang berkaitan erat dengan KH Abdul Wahab Chasbullah menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi NU.

Di sisi lain, pelaksanaan istighotsah tersebut berlangsung ketika persiapan teknis Muktamar terus dikebut. Sebelum mengikuti doa dan shalawat, KH Miftachul Akhyar meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan Muktamar, mulai dari registrasi peserta, tempat penginapan, lokasi persidangan pleno, area bazar hingga lapangan yang dipersiapkan sebagai lokasi pembukaan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kesiapan Muktamar tidak hanya bertumpu pada aspek spiritual, tetapi juga menyangkut kesiapan teknis dan pelayanan terhadap para peserta. Panitia lokal sebelumnya menyatakan berbagai kebutuhan organisasi, keamanan, kesekretariatan, registrasi dan persidangan menjadi perhatian utama menjelang Muktamar.

Muktamar Ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Karena menjadi forum strategis organisasi, kelancaran persidangan dan konsolidasi internal menjadi salah satu titik penting yang akan menentukan jalannya agenda lima tahunan tersebut.

Pesan yang disampaikan dalam istighotsah pun memiliki makna lebih luas. Doa bersama tidak sekadar menjadi ritual menjelang Muktamar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, meredam potensi gesekan, dan memastikan perbedaan pandangan di tubuh organisasi tetap dikelola melalui mekanisme musyawarah.

Dengan persiapan teknis yang berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Muktamar Ke-35 NU mampu berlangsung tertib, guyub dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima seluruh elemen Nahdliyin.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.