PWI Pamekasan Dorong Ekosistem Seni Lokal

oleh -18 Dilihat
oleh
PWI Pamekasan Dorong Ekosistem Seni Lokal
Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam (kiri) dalam Sarasehan Budaya di Hotel Odaita Pamekasan, Sabtu (16/5/2026). [Gambar: PWI Pamekasan]
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menggelar sarasehan budaya dan pameran lukisan tunggal karya seniman lokal Budi Hariyanto alias Boedy Madura di Hotel Odaita Pamekasan, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mendorong penguatan kreativitas, ruang ekspresi seni, sekaligus membuka perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Madura.

Pameran yang menampilkan karya visual bernuansa dedaunan itu dinilai memberi warna baru bagi geliat seni rupa di Kabupaten Pamekasan. Selain menjadi ruang apresiasi karya, agenda tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi mengenai hubungan erat antara dunia jurnalistik dan seni budaya.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, menegaskan jurnalistik dan seni memiliki irisan kuat dalam aspek kreativitas, observasi, serta penyampaian pesan kepada publik. Namun demikian, keduanya tetap memiliki perbedaan mendasar dalam penerapan prinsip kerja.

“Jurnalistik fokus pada fakta, informasi, akurasi, verifikasi, dan objektivitas. Sedangkan seni memberi ruang lebih luas terhadap imajinasi dan interpretasi pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan jurnalistik dan seni dapat dilihat dalam berbagai bentuk karya, mulai fotografi jurnalistik, film dokumenter, penulisan feature, karikatur politik hingga desain visual media yang memadukan unsur artistik dan penyampaian informasi publik.

PWI Pamekasan juga menilai keberadaan Boedy Madura menjadi figur penting dalam menjaga eksistensi seni rupa di Madura. Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan nilai estetika, namun juga memuat kritik sosial serta refleksi kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kami mengapresiasi konsistensi dan produktivitas Budi Hariyanto dalam menjaga denyut seni lokal. Pameran ini menunjukkan ruang kreativitas di Pamekasan masih hidup dan perlu mendapat dukungan bersama,” kata Hairul Anam.

Dalam kesempatan itu, PWI Pamekasan turut menyoroti minimnya ruang publik representatif bagi para seniman lokal untuk memamerkan karya mereka secara berkelanjutan. Media massa dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani karya seniman dengan masyarakat luas.

PWI berharap pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dapat menghadirkan lebih banyak galeri maupun ruang seni yang layak agar ekosistem seni di Pamekasan terus berkembang dan mampu menarik minat publik maupun kolektor.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.