PWI Mojokerto Nyalakan Lilin, Delapan Korban Masih Dicari

oleh -23 Dilihat
oleh
PWI Mojokerto Nyalakan Lilin, Delapan Korban Masih Dicari
Doa bersama yang digelar PWI Mojokerto di halaman Sekretariat PWI Mojokerto Jalan Pekayon Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto menggelar aksi doa bersama dan penyalaan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Aksi tersebut menjadi simbol harapan agar seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung.

Kegiatan solidaritas yang dilakukan insan pers itu muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keselamatan jurnalis yang bekerja di wilayah berisiko tinggi. Hilangnya kontak dengan rombongan peliput di kawasan Selat Sunda tidak hanya menjadi peristiwa kemanusiaan, tetapi juga menyoroti tantangan keselamatan kerja yang dihadapi wartawan saat melaksanakan tugas jurnalistik di lokasi bencana.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan organisasi profesi pers, lima jurnalis yang masih dalam pencarian terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas. Selain itu, tiga awak kapal yang turut berada dalam perjalanan tersebut juga belum ditemukan.

Aksi penyalaan lilin yang dilakukan PWI Mojokerto merupakan bagian dari gelombang solidaritas yang muncul di berbagai daerah. Sejumlah organisasi profesi jurnalis, mulai dari PWI, IJTI, AJI hingga komunitas pers lainnya, diketahui menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral bagi korban dan keluarga yang masih menunggu kepastian kabar dari tim pencarian.

Dari sudut pandang keselamatan kerja, peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keamanan dalam peliputan bencana. Wartawan sering kali berada di garis depan untuk menyampaikan informasi kepada publik, termasuk saat meliput aktivitas vulkanik, cuaca ekstrem, maupun peristiwa darurat lainnya. Kondisi tersebut menuntut kesiapan peralatan keselamatan, mitigasi risiko, serta koordinasi yang ketat selama proses peliputan berlangsung.

Di sisi lain, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Harapan besar terus disampaikan oleh keluarga korban, komunitas pers, dan masyarakat agar seluruh korban dapat segera ditemukan. Sejumlah kegiatan doa bersama yang digelar di berbagai daerah menjadi bentuk dukungan moral sekaligus solidaritas terhadap para jurnalis yang menjalankan tugas untuk memenuhi hak publik atas informasi.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal di Selat Sunda menjadi perhatian luas karena menyangkut aspek kemanusiaan sekaligus keselamatan profesi wartawan. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dan berbagai elemen masyarakat terus memanjatkan doa serta harapan terbaik bagi seluruh korban dan keluarganya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.