Pusat Disabilitas Global Dibuka, Uji Komitmen Inklusi

oleh -34 Dilihat
oleh
Pusat Disabilitas Global Dibuka, Uji Komitmen Inklusi
Perkumpulan OHANA Indonesia resmi membuka kantor sekaligus gudang (warehouse) baru bertajuk OHANA Training Center di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3/2026).
banner 468x60

YOGYAKARTA, Garudasatunews.id – Perkumpulan OHANA Indonesia meresmikan fasilitas baru bertajuk OHANA Training Center di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3/2026). Proyek ini diklaim sebagai pusat pelatihan kursi roda adaptif dan pemberdayaan perempuan disabilitas pertama di Indonesia dengan standar global, sekaligus menjadi ujian nyata komitmen inklusivitas di tingkat implementasi.

Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai kantor dan gudang, tetapi juga sebagai pusat pelatihan, layanan kursi roda adaptif, hingga konsultasi hukum inklusif. Kehadirannya diarahkan untuk menjawab keterbatasan akses layanan serta stigma sosial yang masih membayangi penyandang disabilitas, khususnya cerebral palsy.

Pembangunan gedung melibatkan dukungan material dari BlueScope Indonesia yang menyuplai baja lapis untuk atap dan dinding. Penggunaan material ini diklaim meningkatkan daya tahan, efisiensi energi, serta keamanan bangunan. Namun, efektivitas jangka panjang terhadap kebutuhan spesifik pengguna disabilitas masih akan diuji dalam operasional sehari-hari.

Sejak berdiri pada 2012, OHANA Indonesia aktif dalam advokasi hak penyandang disabilitas. Kehadiran fasilitas ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan, sekaligus memperkuat kapasitas pelatihan berbasis standar internasional.

Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif OHANA Indonesia, Risnawati Utami, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya sistematis menciptakan ekosistem inklusif.

“Kami berterima kasih atas dukungan para mitra, termasuk BlueScope Indonesia, dalam mewujudkan infrastruktur yang sepenuhnya aksesibel. Dengan fasilitas ini, kami siap memberikan layanan kursi roda adaptif dan pelatihan spesialis dengan standar internasional,” ujarnya.

Dari sisi teknis, BlueScope Indonesia berperan dalam penyediaan building envelope. Material baja lapis yang digunakan dinilai mampu menghadirkan ruang luas minim sekat, mendukung mobilitas pengguna kursi roda, serta memberikan perlindungan terhadap cuaca ekstrem di wilayah Sleman.

Country President PT NS BlueScope Indonesia, Jenny Margiano, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan bangunan yang berdampak sosial. Pernyataan ini sekaligus menempatkan proyek tersebut sebagai bagian dari agenda tanggung jawab sosial korporasi.

Di sisi desain, arsitek proyek, Henry, mengungkapkan bahwa tantangan utama terletak pada integrasi antara aksesibilitas total dan kekuatan struktur. Pemanfaatan material dinilai mempercepat proses pembangunan sekaligus menjaga efisiensi ruang dan suhu bangunan.

Peresmian fasilitas ini turut dihadiri pemerintah daerah, Dinas Sosial, organisasi penyandang disabilitas, serta mitra strategis lainnya. Sejumlah kegiatan seperti pelatihan terapi okupasi untuk anak dengan cerebral palsy, bazaar kreatif, dan edukasi inklusif digelar sebagai bagian dari peluncuran.

Kolaborasi antara sektor organisasi dan industri ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas. Namun, keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh konsistensi program, aksesibilitas nyata, serta dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.