PUNGGAWA ANTINARKOTIKA, Otot dan Otak Pemburu Narkoba di Gerbang Tanjung Perak

oleh -35 Dilihat
oleh
IMG-20260919-WA0030
IMG-20260919-WA0030
banner 468x60

 

SURABAYA, garudasatunews.id|| Ruang kerja Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bukan tempat untuk bersantai. Di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk utama logistik sekaligus titik rawan penyelundupan di Jawa Timur ini, mandat yang diemban AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., laksana berdiri di atas bara api. Menjadi komandan pemburu budak narkoba menuntut ketegasan mutlak—tanpa kompromi, tanpa jeda.

 

Di kalangan korps, Adik Agus dikenal bukan sekadar perwira di balik meja. Julukan “Sang Pemburu Kejahatan Narkoba” melekat bukan karena barisan tanda jasa, melainkan buah dari konsistensi di lapangan.

 

Pola hidupnya yang disiplin dalam menjaga kebugaran fisik lewat olahraga rutin, menjadi cerminan bagaimana ia mengasah kesiapan diri. Baginya, stamina prima adalah modal dasar untuk menghadapi jaringan pengedar yang kian licin dan nekat.

 

“Tugas ini adalah benteng pertahanan,” ujar Adik Agus.

 

Pemberantasan narkotika di wilayahnya tidak lagi sekadar urusan memburu kurir atau menggerebek bandar. Ini adalah perang asimetris untuk menyelamatkan masa depan generasi muda yang terus diintai oleh kehancuran moral dan fisik akibat zat adiktif.

 

Tantangan di wilayah hukum Tanjung Perak jelas berlapis. Namun, perwira dengan dua gelar sarjana hukum ini menegaskan bahwa ketegasan aparat harus beriringan dengan soliditas internal dan dukungan publik.

 

“Sinergi adalah kunci. Melawan gurita narkoba tidak bisa dengan tangan tunggal,” katanya menekankan pentingnya kolaborasi antara pimpinan, anggota di lapangan, serta informasi dari masyarakat.

 

Di bawah komandonya, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipacu untuk bergerak dengan standar profesionalisme tinggi, dan memutus mata rantai peredaran gelap narkotika mustahil dilakukan secara soliter. Sinergi absolut antara pimpinan, anggota di lapangan, dan kepedulian publik adalah kunci utama untuk menciptakan barikade pertahanan yang kokoh bagi generasi penerus.

 

Kedisiplinan yang ia latih setiap hari ditransformasikan ke dalam ritme kerja jajarannya yakni taktis, terukur, dan mematikan pergerakan sindikat. Ia terus memompa jajarannya di Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk bergerak profesional, tak kenal kompromi, dan bertanggung jawab penuh. Bagi sang pemburu, membentengi publik dari cengkeraman narkotika adalah janji korps yang harus dituntaskan dengan komitmen total dan kerja nyata yang berkelanjutan.

 

Bagi Adik Agus, komitmen ini adalah harga mati yang harus ditunaikan demi menjaga gerbang Surabaya tetap bersih dari cengkeraman narkotika.

( Diva )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.