PSSI Lamongan Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

oleh -26 Dilihat
oleh
PSSI Lamongan Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
PSSI Lamongan Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lamongan memperkuat pembinaan sepak bola usia dini melalui kegiatan penyegaran regulasi pertandingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sasana Nayaka, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Sabtu (18/7/2026), diikuti wasit, match commissioner, pelatih, pengelola klub, pemain, serta perwakilan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PSSI Lamongan menyelaraskan pemahaman seluruh elemen sepak bola terhadap perkembangan regulasi permainan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, PSSI Lamongan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di kompetisi nasional, di antaranya Match Commissioner Super League Cahyanto, Match Commissioner Championship Firman Andik Saputro, wasit Super League Agung Setiawan, serta pelatih berlisensi AFC A Didik Ludianto. Materi yang disampaikan meliputi pembaruan Laws of the Game (LOTG), regulasi pertandingan, pembinaan karakter olahraga, hingga ketentuan pelaksanaan Youth Elite Soccer League dan Piala Soeratin.

Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan penyegaran regulasi bertujuan membangun kesamaan persepsi di antara seluruh unsur sepak bola agar setiap pihak memahami perubahan aturan yang berlaku dalam kompetisi maupun pembinaan.

Menurutnya, perkembangan regulasi sepak bola harus diikuti oleh seluruh pelaku olahraga sehingga penerapan aturan di lapangan dapat berjalan secara konsisten, adil, dan profesional. Kesamaan pemahaman antara wasit, pelatih, pemain, perangkat pertandingan, maupun pengelola klub dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan pembinaan sepak bola yang berkualitas.

PSSI Lamongan, lanjut Yunan, saat ini memprioritaskan pembinaan pemain kelompok usia 10, 12, 14, hingga 17 tahun melalui sistem kompetisi berjenjang. Sejumlah agenda pembinaan yang terus dijalankan antara lain Liga Anak Megilan, Youth Elite Soccer League, Lamongan Super League, turnamen pelajar, serta Piala Soeratin sebagai wadah pengembangan talenta muda.

Ia menegaskan bahwa kompetisi yang berkesinambungan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan teknis, pengalaman bertanding, serta mental para pemain muda agar mampu berkembang hingga jenjang yang lebih tinggi.

Selain kemampuan bermain, pemahaman terhadap regulasi pertandingan juga dinilai menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Dengan pemahaman yang sama mengenai aturan permainan, potensi kesalahpahaman saat pertandingan berlangsung diharapkan dapat diminimalkan sehingga tercipta kompetisi yang lebih sportif.

PSSI Lamongan juga memberikan apresiasi kepada seluruh klub dan Sekolah Sepak Bola yang selama ini konsisten melakukan pembinaan pemain usia dini di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan. Menurut Yunan, kontribusi klub dan SSB menjadi faktor penting dalam mencetak pemain yang mampu bersaing di tingkat profesional.

Sejumlah pesepak bola asal Lamongan yang pernah berkiprah di level nasional, seperti almarhum Choirul Huda, Taufiq Kasrun, Dendy Sulistyawan, Ahmad Nur Hardianto, Birrul Walidain, Rizki Putra Utomo, hingga Muhammad Affani Ubaidillah, disebut sebagai contoh hasil pembinaan berkelanjutan yang melibatkan sinergi antara klub, SSB, dan PSSI Lamongan.

PSSI Lamongan berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menciptakan sistem pembinaan sepak bola usia dini yang profesional, berkesinambungan, dan mampu melahirkan lebih banyak talenta daerah yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.