PSSI Awards 2026 Disorot, Voting Publik Dipertanyakan

oleh -29 Dilihat
oleh
PSSI Awards 2026 Disorot, Voting Publik Dipertanyakan
Emil Audero menerima penghargaan "Save of the Year" dalam PSSI Award 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (28/3/2026). Foto: PSSI
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menggelar malam puncak PSSI Awards 2026 pada Sabtu (28/3/2026) di Jakarta. Ajang penghargaan ini diklaim sebagai bentuk apresiasi terhadap insan sepak bola nasional, namun mekanisme penilaian berbasis voting publik memunculkan sorotan terkait transparansi dan validitas hasil.

Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Noah Idzes, dinobatkan sebagai Men’s Player of The Year setelah meraih 58,70 persen suara. Kemenangan ini menjadi simbol dominasi figur populer dalam sistem pemilihan berbasis dukungan publik yang masif.

PSSI menyebut sistem penilaian dilakukan melalui kombinasi voting daring dan luring dengan total partisipasi lebih dari 790 ribu suara sepanjang Januari hingga Maret 2026. Tingginya angka partisipasi ini diklaim mencerminkan antusiasme publik, namun di sisi lain memunculkan pertanyaan soal mekanisme verifikasi dan potensi mobilisasi suara.

Sejumlah nama lain turut meraih penghargaan, di antaranya Safira Ika sebagai Women’s Player of the Year, Maarten Paes sebagai Men’s Goalkeeper of the Year, serta Emil Audero untuk kategori Save of the Year. Sementara Marselino Ferdinan dan Claudia Scheunemann masing-masing dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.

Untuk kategori teknis, Rizky Ridho meraih Goal of the Year, sedangkan Yakob Sayuri dinobatkan sebagai Assist of the Year. Namun, dominasi voting publik dalam kategori-kategori ini dinilai berpotensi menggeser aspek objektivitas berbasis performa statistik di lapangan.

Selain penghargaan utama, PSSI juga memberikan sejumlah penghargaan khusus, termasuk kepada Setyo Putro Nugroho sebagai Man Behind the Jersey, serta almarhum Mas Katon sebagai Supporter of the Year. Program pengembangan seperti Gala Siswa Indonesia dan MilkLife Soccer juga mendapat pengakuan sebagai upaya pembinaan sepak bola usia dini.

PSSI Jawa Timur terpilih sebagai Asosiasi Provinsi Terbaik, sementara Thoriq Munir Alkatiri dan Fuad Qohar masing-masing meraih penghargaan wasit dan asisten wasit terbaik. Penghargaan legenda diberikan kepada Tan Liong Houw atas kontribusinya dalam sejarah sepak bola nasional.

Meski diklaim sebagai langkah awal membangun sistem apresiasi berkelanjutan, ajang ini masih menyisakan catatan penting terkait akuntabilitas proses penilaian. Tanpa transparansi yang kuat, penghargaan berisiko lebih mencerminkan popularitas ketimbang kualitas performa yang sesungguhnya di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.