Proyek Jalan Bondowoso Disorot, Prioritas dan Anggaran Dipertanyakan

oleh -45 Dilihat
oleh
Proyek Jalan Bondowoso Disorot, Prioritas dan Anggaran Dipertanyakan
Ilustrasi perbaikan jalan di Kabupaten Bondowoso tahun 2026. (Dibuat oleh AI)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) menetapkan sejumlah ruas jalan prioritas untuk diperbaiki sepanjang 2026. Program ini menyasar titik-titik dengan kerusakan terparah, namun pelaksanaannya tetap dibayangi keterbatasan anggaran dan efektivitas penanganan.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengungkapkan beberapa wilayah yang menjadi fokus utama, di antaranya Kecamatan Prajekan, Kecamatan Pujer, serta ruas strategis seperti Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan MT Haryono. Ruas-ruas tersebut dinilai mendesak untuk segera ditangani karena tingkat kerusakan yang berdampak pada mobilitas masyarakat.

“Ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas, di antaranya Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer. Selain itu, ruas jalan HOS Cokroaminoto serta Jalan MT Haryono juga termasuk dalam daftar penanganan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, terdapat 134 titik jalan yang masuk dalam rencana perbaikan dengan total panjang mencapai 35 kilometer. Beberapa ruas bahkan memiliki panjang lebih dari satu hingga dua kilometer, termasuk di kawasan Mitra Medika.

Namun, tidak seluruh titik mendapatkan perlakuan seragam. Sejumlah lokasi memerlukan penanganan khusus, terutama yang berkaitan dengan kerusakan akibat buruknya sistem drainase. Genangan air disebut menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.

“Ada beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, termasuk perbaikan sistem drainase karena rentan terhadap genangan air,” jelas Ansori.

Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan, tetapi juga mencakup paket pekerjaan terpadu dengan pembenahan drainase di beberapa titik. Selain itu, terdapat lima lokasi yang secara khusus menjadi prioritas penanganan drainase, berdasarkan data kerusakan yang dihimpun sepanjang 2025.

Penentuan prioritas disebut mengacu pada database kerusakan terparah. Namun, Ansori mengakui tidak semua titik dapat ditangani dalam satu waktu, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia.

“Tidak seluruh titik dapat ditangani sekaligus, pelaksanaannya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang kami upayakan maksimal,” tambahnya.

Total anggaran yang disiapkan mencapai hampir Rp50 miliar dari APBD Bondowoso. Meski demikian, besaran anggaran tersebut dinilai masih perlu diuji efektivitasnya mengingat luasnya cakupan kerusakan yang harus ditangani.

Pengerjaan saat ini tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun, dengan kemungkinan tambahan dukungan melalui Perubahan APBD. Namun, realisasi di lapangan masih menjadi perhatian, terutama terkait kualitas pekerjaan dan ketepatan sasaran.

Di sisi lain, dinas juga menyoroti minimnya kesadaran publik dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ansori menegaskan bahwa sejumlah pekerjaan sebelumnya belum sepenuhnya diketahui masyarakat, meski telah dilaksanakan sejak 2025.

“Kami berharap masyarakat turut menjaga aset yang ada. Sejumlah kegiatan tahun 2025 mungkin belum banyak diketahui publik,” pungkasnya.

Program perbaikan jalan ini menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah dalam menjawab persoalan infrastruktur yang berulang, sekaligus memastikan anggaran besar benar-benar berdampak bagi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.