Protes Tambang Pasir, Warga Kediri Soroti Krisis Air

oleh -34 Dilihat
oleh
Protes Tambang Pasir, Warga Kediri Soroti Krisis Air
Protes Tambang Pasir, Warga Kediri Soroti Krisis Air
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Warga Desa Satak dan Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, membentangkan spanduk protes sebagai bentuk penolakan terhadap dampak aktivitas tambang pasir yang dinilai telah memicu kerusakan lingkungan dan mengganggu akses air bersih masyarakat.

Aksi tersebut dilakukan di sejumlah titik wilayah terdampak. Warga menyuarakan keresahan atas kondisi yang mereka rasakan selama beberapa tahun terakhir, mulai dari kerusakan pipa distribusi air, gangguan pasokan air bersih, hingga kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung.

Dalam berbagai spanduk yang dipasang, masyarakat meminta perhatian pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap dampak operasional tambang pasir yang beroperasi di kawasan tersebut. Warga menilai persoalan yang terjadi tidak lagi sekadar menyangkut aktivitas ekonomi, melainkan telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat berupa ketersediaan air bersih.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kerusakan pipa saluran air yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari telah berulang kali terjadi. Kondisi tersebut mengakibatkan distribusi air ke permukiman warga terganggu dan memaksa sebagian masyarakat mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain persoalan air bersih, warga juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan di sekitar kawasan tambang. Mereka mengkhawatirkan aktivitas penggalian dan mobilitas kendaraan pengangkut material dalam jangka panjang dapat memperbesar risiko kerusakan infrastruktur desa, menurunkan kualitas lingkungan, serta mengancam keberlangsungan sumber daya air yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.

Aksi pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka kepada pemerintah daerah, aparat pengawas, dan pemangku kepentingan terkait agar persoalan tersebut mendapatkan penanganan serius. Warga berharap adanya langkah konkret berupa pemeriksaan lapangan, evaluasi dampak lingkungan, serta penyelesaian terhadap kerusakan fasilitas umum yang diduga terdampak aktivitas pertambangan.

Dari sudut pandang masyarakat, keberadaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditawar. Karena itu, setiap gangguan terhadap sumber maupun jaringan distribusi air dinilai berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga, termasuk sektor pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Di sisi lain, isu lingkungan yang berkembang di Desa Satak dan Desa Puncu juga menjadi perhatian karena menyangkut keseimbangan antara aktivitas investasi dan perlindungan lingkungan hidup. Warga meminta seluruh proses pengawasan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga setiap dugaan dampak lingkungan dapat diuji dan ditindaklanjuti berdasarkan fakta di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, aspirasi warga melalui pemasangan spanduk protes menjadi sinyal kuat bahwa persoalan dampak tambang pasir masih menjadi perhatian serius masyarakat di Kecamatan Puncu. Warga berharap pemerintah daerah, instansi teknis, serta pihak terkait dapat segera memberikan respons dan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.