Karhutla Bromo Meluas, OMC Nyaris Mustahil 10 Hari

oleh -32 Dilihat
oleh
Karhutla Bromo Meluas, OMC Nyaris Mustahil 10 Hari
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya teratasi. Setelah sekitar 520 hektare savana di Lautan Pasir Gunung Bromo terbakar, titik api baru kembali muncul pada Minggu (9/8/2026).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang meninjau langsung lokasi kebakaran mengungkapkan, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama penanganan karhutla. Pemerintah bahkan belum dapat mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam waktu dekat.

Raja Juli mengatakan telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas kemungkinan pelaksanaan OMC di kawasan Bromo. Namun, berdasarkan perhitungan teknis dan kondisi atmosfer, operasi tersebut dinilai hampir mustahil dilakukan dalam 10 hari ke depan.

“Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC, Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Raja Juli saat meninjau lokasi kebakaran.

Kondisi itu membuat pemerintah harus mengoptimalkan strategi pemadaman yang tersedia. Dua metode utama yang disiapkan adalah operasi udara menggunakan water bombing dan pemadaman langsung oleh pasukan darat.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” tegasnya.

Selain mengandalkan dua metode tersebut, pemerintah membentuk struktur Incident Commander untuk memperkuat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla Bromo.

Menurut Raja Juli, sistem komando tersebut diperlukan agar pekerjaan di lapangan lebih teratur, terstruktur, serta mampu merespons berbagai kebutuhan dan persoalan secara cepat.

“Tadi kita juga sudah rapat untuk membuat Incident Commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaannya lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur,” ujarnya.

Pembentukan struktur komando menjadi bagian penting karena penanganan karhutla tidak hanya menghadapi kobaran api yang masih berlangsung, tetapi juga ancaman munculnya titik api baru. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran masih menghadapi tantangan di tengah kondisi cuaca yang belum mendukung pelaksanaan OMC.

Ancaman karhutla juga diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Pemerintah masih harus mewaspadai potensi kebakaran hingga akhir Oktober seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

Kondisi kering dapat meningkatkan kerentanan kawasan hutan dan padang savana terhadap kebakaran. Karena itu, efektivitas water bombing, kesiapan pasukan darat, serta koordinasi melalui Incident Commander menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kembali kebakaran di kawasan konservasi Bromo.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.