Program Posyandu Swasta Disorot, Efektif Tekan Stunting?

oleh -34 Dilihat
oleh
Program Posyandu Swasta Disorot, Efektif Tekan Stunting
Alfamart kembali memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan stunting anak melalui program Alfamart Sahabat Posyandu.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Keterlibatan sektor swasta dalam penanganan stunting kembali mengemuka melalui program Alfamart Sahabat Posyandu yang didukung PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Program ini digelar pada April 2026 dengan menjangkau 28 titik di berbagai kota di Indonesia dan menargetkan 2.800 ibu serta anak sebagai penerima manfaat.

Di wilayah Madiun, kegiatan salah satunya dilaksanakan di halaman gerai Alfamart Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/4). Layanan yang diberikan meliputi imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) oleh kader posyandu bersama dinas kesehatan setempat.

Meski mendapat respons positif dari masyarakat, efektivitas program berbasis kolaborasi swasta ini dalam menekan angka stunting secara signifikan masih menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai program serupa kerap bersifat jangka pendek dan belum terintegrasi secara menyeluruh dengan kebijakan kesehatan daerah.

Beberapa warga mengaku terbantu dengan akses layanan yang lebih dekat. “Programnya bagus, dekat dengan rumah dan memudahkan kami,” ujar Anisa Prayoga (34).

Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan terkait kesinambungan program dan pemerataan jangkauan layanan, mengingat pelaksanaan hanya terbatas di titik-titik tertentu.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyatakan program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap isu tumbuh kembang anak yang masih menjadi persoalan nasional.

“Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, posyandu menjadi langkah yang tepat untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Darya-Varia, Widya Tobing, menyebut keterlibatan perusahaannya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam sektor kesehatan, sekaligus momentum peringatan 50 tahun perusahaan.

Meski demikian, penguatan peran swasta dalam isu kesehatan publik dinilai tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi ketat agar tidak sekadar menjadi program seremonial tanpa dampak berkelanjutan.

Ketua Posyandu Jenar Pracimantoro Wonogiri, Sugiyatmi, mengakui program ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Namun, ia juga menekankan pentingnya perluasan jangkauan agar dampaknya lebih merata.

Program kolaboratif ini menjadi cerminan meningkatnya peran swasta dalam isu kesehatan masyarakat. Namun tanpa integrasi kebijakan dan pengawasan berkelanjutan, upaya pencegahan stunting berpotensi tidak optimal dalam jangka panjang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.