
SAMPANG, Garudasatunews.id – Pecatur tunarungu asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Muhlis, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia sukses memboyong dua medali dalam ajang Asia Pacific Deaf Chess Championship yang digelar di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober 2026.
Dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 tersebut, Muhlis menyabet medali perak pada kategori catur kilat dan medali perunggu untuk kategori catur standar.
Capaian luar biasa ini dibenarkan oleh Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sampang, Hamiduddin. Informasi resmi tersebut diterima melalui Pengurus Besar (PB) Percasi serta Ketua Percasi Jawa Timur.
“Kami sebagai pelatih dan pengurus Percasi Sampang sangat bangga dengan capaian Muhlis di tingkat Asia Pasifik,” ujar Hamiduddin, Jumat (9/10/2026).
Sengit di Catur Kilat dan Standar
Berdasarkan data resmi di chess-results.com, Muhlis tampil impresif pada kategori catur kilat dengan mengumpulkan 10 poin dari 11 babak. Perolehan poin Muhlis sejatinya sama dengan pecatur tuan rumah, Leong Ee Hern, yang memuncaki klasemen. Hal ini mengunduh persaingan ketat yang mengandalkan kecepatan berpikir serta ketepatan analisis tersebut.
Sementara pada kategori catur standar, Muhlis finis di peringkat ketiga usai mengantongi 3,5 poin dengan rating 2011. Posisi pertama diraih wakil Kazakhstan, Samazhan Kettebekov (4,5 poin), disusul Ee Hern Leong dari Malaysia di urutan kedua (4 poin).
Dominasi Atlet Indonesia
Muhlis bukan satu-satunya wakil Merah Putih yang tampil dominan. Pecatur Indonesia lainnya, Ainur Rofiq, juga menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di peringkat keempat kategori catur standar dan posisi kesembilan pada kategori catur kilat.
Hasil ini menegaskan dominasi Indonesia yang berhasil menempatkan dua pecaturnya di jajaran empat besar catur standar serta masuk 10 besar untuk kategori catur kilat di tingkat Asia Pasifik. (Red-Garudasatunews)














