Prancis Uji Warisan Sepak Bola Hadapi Spanyol

oleh -21 Dilihat
oleh
Prancis-Uji-Warisan-Sepak-Bola-Hadapi-Spanyol
Kemeriahan Piala Dunia 2026.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Tim nasional Prancis menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 dengan membawa rekam jejak panjang hubungan sepak bola kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun. Sejarah mencatat, keterkaitan itu bahkan telah berlangsung sejak era Perang Dunia II ketika Spanyol di bawah Jenderal Francisco Franco menggelar pertandingan melawan negara-negara yang berada dalam lingkup kekuasaan rezim fasis, termasuk tim Prancis di bawah pemerintahan Vichy pada laga di Sevilla, 12 April 1942.

Dalam sejarah kompetisi resmi, pertemuan kedua tim di fase krusial relatif jarang terjadi. Salah satu yang paling bersejarah berlangsung pada final Piala Eropa 1984 di Parc des Princes, Paris. Kala itu, gol Michel Platini dan Bruno Bellone membawa Prancis menaklukkan Spanyol sekaligus meraih gelar internasional pertama mereka.

Meski demikian, sejumlah catatan sejarah sepak bola menunjukkan perkembangan sepak bola Prancis tidak lepas dari pengaruh kompetisi Spanyol. Dalam bukunya Va-Va Voom: The Modern History of French Football, penulis Tom Williams menjelaskan bahwa La Liga menjadi panggung bagi banyak pemain Prancis untuk mengembangkan kualitas teknik sekaligus mengukuhkan reputasi mereka di level tertinggi.

Perjalanan tersebut diawali Raymond Kopa saat memperkuat Real Madrid. Setelah itu, sejumlah pemain elite Prancis mengikuti jejak serupa, termasuk Zinedine Zidane yang dinilai berhasil menjadikan kompetisi Spanyol sebagai ruang pembuktian kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman bermainnya.

Legenda Real Madrid, Alfredo Di Stéfano, pernah menggambarkan Zidane sebagai pemain yang seolah bermain dengan “sarung tangan sutra di kedua kakinya”. Sementara mantan bek Real Madrid Álvaro Mejía menilai Zidane memiliki kemampuan yang membuat permainannya menyerupai tarian di atas lapangan.

Karier Zidane bersama Real Madrid berlanjut setelah pensiun sebagai pemain. Pada 2013 ia dipercaya menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari 2016. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid mencatat sejarah dengan menjuarai Liga Champions UEFA selama tiga musim berturut-turut.

Pengaruh kompetisi Spanyol terhadap pemain Prancis terus berlanjut. Setelah Karim Benzema menjadi bagian dari trio BBC bersama Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, sejumlah pemain Prancis lain seperti Kylian Mbappé, Aurélien Tchouaméni, dan Jules Koundé juga berkiprah di La Liga serta menjadi tulang punggung Les Bleus.

Sejarah pertemuan kedua negara juga mencatat kemenangan penting Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2006. Sempat tertinggal melalui penalti David Villa, Prancis membalikkan keadaan lewat gol Franck Ribéry, Patrick Vieira, dan Zinedine Zidane untuk menang 3-1 sekaligus menyingkirkan Spanyol.

Namun, dominasi tersebut tidak berlanjut pada pertemuan-pertemuan resmi berikutnya. Dalam semifinal UEFA Nations League pada 5 Juni 2025, Spanyol menang 5-4 setelah sempat unggul lima gol melalui Lamine Yamal, Nico Williams, Mikel Merino, dan Pedri. Prancis memperkecil ketertinggalan melalui Kylian Mbappé, Rayan Cherki, gol bunuh diri Dani Vivian, serta Randal Kolo Muani, tetapi gagal menghindari kekalahan.

Menurut Tom Williams, daya saing Prancis juga dibentuk oleh pengalaman para pemainnya di kompetisi Italia pada era 1990-an. Serie A dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas teknis, tetapi juga membangun disiplin, organisasi permainan, dan mental bertanding.

Pengaruh tersebut terlihat pada filosofi kepelatihan Didier Deschamps. Mantan gelandang Juventus periode 1994-1999 itu beberapa kali menyampaikan bahwa pengalaman di Italia membentuk pemahamannya mengenai pentingnya disiplin, efektivitas, organisasi permainan, serta kekompakan tim sebagai fondasi meraih prestasi.

Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi babak terbaru rivalitas Prancis dan Spanyol. Selain memperebutkan tiket ke partai final, pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian dua negara yang selama puluhan tahun saling memberi pengaruh dalam perkembangan sepak bola Eropa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.