Prajurit Kopassus Rawat ODGJ, Raih Penghargaan

oleh -39 Dilihat
oleh
Prajurit Kopassus Rawat ODGJ, Raih Penghargaan
Sertu Ribut Juprianto
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sosok prajurit TNI AD, Sertu Ribut Juprianto, menjadi sorotan dalam peringatan HUT Beritajatim ke-20 setelah menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif atas dedikasinya merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Boyolangu, Tulungagung. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur melalui ketuanya, Lutfil Hakim.

Di balik penghargaan tersebut, terdapat perjalanan panjang seorang prajurit yang sebelumnya bertugas di Komando Pasukan Khusus selama lebih dari dua dekade. Setelah berpindah menjadi Babinsa di Koramil 0807/02 Boyolangu, Ribut justru menemukan persoalan sosial yang selama ini luput dari perhatian, yakni penanganan ODGJ di tingkat desa.

Data di lapangan menunjukkan masih adanya warga dengan gangguan kejiwaan yang belum tertangani secara optimal. Ribut kemudian mengambil inisiatif melakukan pendampingan langsung, mulai dari perawatan hingga pemulihan sosial. Hingga kini, sedikitnya tiga ODGJ masih menjalani perawatan rutin di bawah pengawasannya.

“Pendampingan ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Mereka bagian dari masyarakat yang harus dirangkul, bukan dikucilkan,” ujar Ribut, Selasa (21/4/2026).

Langkah tersebut menyoroti celah dalam sistem layanan kesehatan mental di tingkat lokal, di mana peran individu justru menjadi penopang utama di tengah keterbatasan fasilitas dan intervensi pemerintah. Upaya yang dilakukan Ribut dinilai sebagai bentuk respons langsung terhadap persoalan sosial yang belum sepenuhnya terjangkau program resmi.

Sebelumnya, dedikasi Ribut juga mendapat pengakuan dalam Babinsa Award 2023 kategori Peduli Kesehatan yang diberikan oleh Farid Makruf. Penghargaan tersebut memperkuat legitimasi atas peran Babinsa dalam menjangkau persoalan non-militer di masyarakat.

Dalam momentum HUT Beritajatim ke-20, Ribut disejajarkan dengan sejumlah tokoh lain seperti Arumi Bachsin dan Kevin Gani yang dinilai berkontribusi di bidang masing-masing.

Meski mendapat apresiasi, realitas di lapangan menunjukkan penanganan ODGJ masih bergantung pada inisiatif personal dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem layanan publik yang komprehensif. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan agar tidak hanya mengandalkan figur individu, tetapi memperkuat sistem perlindungan dan pemulihan kesehatan mental secara berkelanjutan di tingkat daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.