Prabowo Soroti Inovasi Energi Polri

oleh -41 Dilihat
oleh
Prabowo Soroti Inovasi Energi Polri
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau briket stand inovasi dari Polri.
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Polri mengembangkan inovasi energi dan pangan berbasis limbah pertanian serta batu bara kalori rendah yang dinilai mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah ancaman krisis energi global dan ketergantungan impor pupuk.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri ground breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Presiden menyoroti pemanfaatan tongkol jagung yang selama ini dianggap limbah pertanian menjadi bahan baku briket arang alternatif untuk kebutuhan energi masyarakat.

“Saya gembira, bukan saya pura-pura. Saya lega. Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menciptakan solusi energi murah berbasis potensi lokal yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Prabowo juga menilai keterlibatan Polri dalam pengembangan inovasi pangan dan energi menjadi sinyal kuat adanya kolaborasi antara institusi negara, akademisi, insinyur, dan masyarakat dalam memperkuat sektor strategis nasional.

“Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu,” tegasnya.

Selain inovasi briket jagung, Presiden turut menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah yang diklaim mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk impor.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pupuk luar negeri selama ini menjadi salah satu titik rawan sektor pertanian nasional, terutama saat terjadi gangguan rantai pasok global.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi,” kata Prabowo.

Presiden meminta hasil inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap uji konsep, tetapi segera diterapkan dan didistribusikan secara luas melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar masyarakat memperoleh akses bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Ia menegaskan stabilitas harga pangan dan energi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga kualitas hidup rakyat di tengah tekanan ekonomi global.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya supaya daya beli meningkat dan kehidupan rakyat lebih baik,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.