Prabowo Pertanyakan Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

oleh -33 Dilihat
oleh
Prabowo Pertanyakan Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratiis
Prabowo Pertanyakan Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratiis
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mempertanyakan derasnya kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Senin (20/7).

Dalam forum tersebut, Prabowo mengaku heran karena kebijakan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia justru dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran oleh sejumlah pihak.

“Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian membandingkan kritik terhadap program MBG dengan persoalan dugaan kebocoran atau hilangnya potensi kekayaan negara yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menilai isu tersebut tidak memperoleh perhatian dan pengawasan publik yang sepadan.

“Ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Presiden dalam menyoroti perbedaan respons publik terhadap kebijakan sosial pemerintah dan isu pengelolaan kekayaan negara. Hingga kini, Presiden tidak merinci data maupun kasus yang menjadi dasar pernyataannya mengenai angka tersebut.

Prabowo kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi, termasuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.

Menurutnya, pemerintah memilih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat karena masih terdapat anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan bergizi secara memadai. Ia juga menyinggung berbagai kekhawatiran yang berkembang terkait dampak fiskal program tersebut terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan. Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah. Alasannya karena boros,” ujarnya.

Selain membahas MBG, Presiden menekankan bahwa perhatian publik juga perlu diarahkan pada sejumlah persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut stabilitas harga pangan, ketersediaan pupuk bagi petani, serta pemenuhan gizi peserta didik sebagai indikator penting yang perlu terus diawasi.

“Kita bertanya sekarang apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dan harganya terjangkau, apakah anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah,” kata Prabowo.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang masih menjadi perhatian publik dan terus menjadi bahan diskusi mengenai efektivitas pelaksanaan, pembiayaan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.