PP Fatayat NU Kenang Ning Margaret Lewat Bedah Film di Jombang

oleh -39 Dilihat
oleh
PP Fatayat NU Kenang Ning Margaret Lewat Bedah Film di Jombang
Bedah film Ibadah dan Cinta di Pondok Pesantren Al Bisri bersama Fatayat NU
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar agenda bedah film bertajuk Ibadah dan Cinta di Pondok Pesantren Al Bisri, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum mengenang almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah atau Ning Margaret, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU yang wafat pada Maret 2026.

Pemilihan lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Pondok Pesantren Al Bisri merupakan kediaman yang memiliki keterkaitan dengan almarhumah, sehingga agenda bedah film tidak sekadar menjadi forum apresiasi karya, tetapi juga ruang untuk mengenang perjalanan, pemikiran, serta kiprah Ning Margaret dalam organisasi dan isu sosial.

Film Ibadah dan Cinta menjadi medium untuk mengangkat nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan, keluarga, keagamaan, serta relasi sosial. Forum tersebut sekaligus membuka ruang diskusi mengenai pesan yang terkandung dalam film dan relevansinya dengan kehidupan masyarakat.

Ning Margaret dikenal sebagai figur penting dalam perjalanan Fatayat NU. Ia dipercaya memimpin PP Fatayat NU periode 2022-2027 setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres XVI Fatayat NU di Palembang pada 2022. Sebelum menjadi ketua umum, ia telah lama berkiprah di lingkungan organisasi perempuan dan pelajar NU.

Selain aktivitas organisasi, Margaret juga dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak. Ia pernah menjabat sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sehingga kiprahnya tidak hanya berada dalam lingkup organisasi keagamaan, tetapi juga bersinggungan dengan agenda perlindungan kelompok rentan.

Margaret meninggal dunia pada 1 Maret 2026 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Jenazahnya kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Bagi keluarga besar Fatayat NU, kegiatan di Jombang tersebut menjadi momentum untuk mempertahankan nilai perjuangan yang pernah dibawa Ning Margaret. Penghormatan terhadap almarhumah tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diterjemahkan melalui penguatan peran perempuan, pendidikan, dakwah, serta perlindungan anak dan keluarga.

Dari perspektif pemberitaan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana karya film dapat digunakan sebagai medium refleksi sosial sekaligus sarana menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh yang memiliki kontribusi dalam organisasi dan masyarakat. Namun, substansi kegiatan tetap perlu ditempatkan secara proporsional dengan tidak mengeksploitasi kehidupan pribadi maupun keluarga, terutama jika menyangkut anak.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pemberitaan yang mengedepankan kepentingan publik, verifikasi, keberimbangan, serta penghormatan terhadap hak pribadi. Perlindungan terhadap identitas dan kepentingan anak juga menjadi bagian penting agar pemberitaan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masa depan anak.

Agenda bedah film Ibadah dan Cinta di Jombang akhirnya menjadi lebih dari sekadar diskusi karya. Kegiatan itu menjadi ruang refleksi untuk mengenang Ning Margaret sekaligus meneruskan nilai perjuangan yang selama ini melekat pada kiprahnya di Fatayat NU dan isu perlindungan perempuan serta anak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.