
BANGKALAN, Garudasatunews.id — Realisasi penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih tergolong rendah. Menjelang akhir semester kedua, dana yang terserap baru mencapai sekitar Rp5 miliar atau setara 30 persen dari total porsi anggaran sebesar Rp16,78 miliar.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan, Qorry Yuniastuti, mengungkapkan bahwa alokasi DBHCHT tahun ini tersebar di berbagai bidang strategis, meliputi sektor kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penegakan hukum rokok ilegal, jaminan perlindungan pekerja rentan, pertanian, hingga operasional sekretariat.
Dari total dana yang telah terealisasi, alokasi terbanyak terserap pada sektor kesehatan, terutama untuk mendukung program Universal Health Coverage (UHC).
“Porsi terbesar penyerapan ada di sektor kesehatan yang mencapai 70 persen, di mana anggarannya bersumber dari DBHCHT,” ujar Qorry, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, sisa anggaran yang tidak terserap hingga akhir tahun nantinya akan dicatat sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada tahun berikutnya. Nilai tersebut juga berpotensi bertambah sesuai dengan sisa anggaran dari tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, Qorry memastikan bahwa dana yang menjadi SiLPA tersebut tetap dapat dialokasikan kembali untuk program prioritas masyarakat Bangkalan di masa mendatang. (Red-Garudasatunews)














